Text
PEMETAAN KAWASAN LONGSOR KECAMATAN TANJUNG GADANG,KABUPATEN SIJUNJUNG
Bencana alam merupakan salah satu fenomena alam yang dapat terjadi setiap
saat, dimanapun dan kapanpun, sehingga dapat menimbulkan kerugian material dan
imaterial bagi kehidupan masyarakat. Untuk itu perlu di buatkan informasi spasial
daerah yang rawan longsor, dimana Informasi spasial longsor sangat dibutuhkan dalam
menyusun tataruang wilayah sebagai implementasi perencanaan tata ruang yang
berwawasan lingkungan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis tingkat kerawanan
longsor dan sebaran kawanan potensi rawan longsor di Kecamatan Tanjung Gadang,
Kabupaten Sijunjung. Metode yang digunakan dalam pengolahan data spasial pada
penelitian ini yaitu metode scoring, pembobotan dan dilakukan overlay, menggunakan
beberapa parameter yaitu kemiringan lereng, tutupan lahan, curah hujan, jenis tanah dan
jenis batuan. Hasil dari penelitian ini adalah peta rawan longsor di Kecamatan Tanjung
Gadang dengan hasil analisis perhitungan dan penjumlahan sesuai dengan luas masing-
masing klasifikasi tingkat kerawanan aman 11059,43 Ha, rawan 26273,58, dan sangat
rawan 6585,55 Ha, dengan jumlah total luas keseluruhan berpotensi longsor dengan luas
22722,35 Ha dan tidak berpotensi longsor dengan luas 21196,20 Ha. Adapun jumlah
total luas keseluruhan Kecamatan Tanjung Gadang adalah 43918,55 Ha. Sedangkan
untuk sebaran rawan longsor di Kecamatan Tanjung Gadang untuk tingkat kerawanan
aman tersebar di Nagari Sibakur,dan Tajung Lolo, untuk mayoritas tingkat kerawanan
rawan tersebar di Nagari Sibakur, Nagari Tanjung Lolo, Nagari Langki, Nagari Taratak
Baru, dan Nagari Pulasan, untuk mayoritas tingkat kerawanan sangat rawan tersebar di
Nagari Tanjung Gadang, Nagari Timbulun, dan Nagari Pulasan.
Kata Kunci : Pemetaan, Longsor, Skoring, Pembobotan, Overlay
Tidak tersedia versi lain