Text
ANALISIS SPASIAL TEMPORAL SEBARAN HUTAN MANGROVE MENGGUNAKAN CITRA LANDSAT 8
Mangrove merupakan tumbuhan atau vegetasi pantai tropis yang hidup di wilayah
pesisir yang luas dan terbuka. Mangrove banyak ditemukan terutama di daerah beriklim
tropis. Mangrove berfungsi sebagai menjaga garis, mengurangi energi angin, dan sebagai
habitat atau tempat hidup bagi biota – biota lainnya seperti ikan, udang , moluska, dan
kepiting. Banyak faktor yang mempengaruhi keberlangsungan hidup dan pertumbuhan
mangrove diantaranya mangrove biasanya tumbuh dengan baik di habitat yang lembab
dan berlumpur serta dipengaruhi oleh pasang surut. Habitat mangrove memiliki beberapa
sifat atau karakteristik yang khusus diantaranya salinitas, pasang surut, angin, dan substrat
yang berlumpur. Faktor – faktor tersebut membantu mangrove dalam pertumbuhan dan
keberlangsungan hidup mangrove. Mangrove biasanya tumbuh dengan baik pada substrat
tanah atau pasir dengan tekstur halus seperti lumpur dan kaya humus dan sulfida
(Thangam & Kathiresan, 1990).
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Maximum
Classification yang di clip dengan hasil NDVI yang telah di Reclassify. Hasil penelitian
ini menunjukan perubahan hutan mangrove pada tahun 2014 sampai 2018 bertambah
seluas 40,101 hektar, luas hutan mangrove pada tahun 2018-2020 berkurang seluas
755,269 hektar, pada tahun 2020-2022 bertambah seluas 122,38 hektar. Luasan ini
diketahui dari sebaran hutan mangrove yang kemudian di clip dengan NDVI yang telah
di Reclassify untuk mendapatkan Kerapatan Mangrove.
Kata Kunci: Kota Tanjungpinang, Pengindraan jauh, NDVI, Perubahan hutan mangrove.
Tidak tersedia versi lain