Text
ANALISIS PERFORMANSI ALAT PENGERING SURYA RE-SIRKULASI ALIRAN CAMPUR TERINTEGRASI DENGAN TUNGKU BIOMASSA UNTUK MENGERINGKAN PADI
Penggunaan energi terbaharukan sebagai sumber energi sangat penting dalam proses
pengeringan yang ramah lingkungan. Saat ini, bahan bakar fosil digunakan sebagai
sumber energi untuk memanaskan udara selama proses pengeringan. Namun, bahan
bakar fosil menyebabkan polusi udara, perubahan iklim, dan gangguan keseimbangan
ekologi. Dalam studi ini, untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil
untuk pengeringan padi maka dirancang sistem pengering resirkulasi aliran campur
dengan penggunaan energi terbarukan seperti energi surya dan biomassa. Penelitian ini
bertujuan untuk mendapatkan informasi dan membahas tentang analisis performansi alat
pengering surya resirkulasi aliran campur terintegrasi tungku biomassa untuk
mengeringkan padi pada temperatur 60°C. Alat pengering ini terdiri dari beberapa
komponen utama yaitu kolektor surya, tungku biomassa dan kolom pengering. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa alat pengering surya resirkulasi aliran campur
terintegrasi tungku biomassa terbukti dapat mengeringkan padi dari kadar air awal
17,20% sampai kadar air akhir 13,50% dan mengurangi berat padi awal dari 420 kg
hingga 402,03 kg dengan memerlukan waktu 6 jam dan bahan bakar biomassa 9 kg
pada temperatur 60°C dengan rata-rata laju pengeringan sebesar 2,566 kg/jam. Laju
penguapan air spesifik (SMER) rata-rata 0,159 kg/kWh, konsumsi energi spesifik (SEC)
rata-rata 8,712 kWh/kg, konsumsi energi termal spesifik (STEC) rata-rata 6,565
kWh/kg, dan konsumsi energi listrik spesifik (SEEC) rata-rata 2,147 kWh/kg. Efisiensi
termal pengering dicapai dalam rentang 3,79% hingga 21,20% dengan rata-rata sebesar
sebesar 10,42%.
Kata kunci : padi, pengeringan, aliran campur, energi terbaharukan, prestasi alat
Tidak tersedia versi lain