Text
Analisa Pengaruh Kontaminan Isolator Terhadap Jumlah Flashover Pada Saluran Transmisi 150 kV Koto Panjang-Payakumbuh
Isolator tegangan tinggi dapat diselimuti oleh lapisan polutan yang terbang melalui
udara. Iklim udara Koto Panjang-Payakumbuh memiliki curah hujan yang tinggi, radiasi
matahari yang cukup tinggi, dan sambaran petir yang banyak. Hal tersebut dibuktikan
dari Isokeraunik level 174 hari/tahun pada saluran transmisi 150 kV, dengan jumlah
flashover tertinggi wilayah Koto Panjang-Payakumbuh terjadi diarea perbukitan yaitu
sebesar 82%, sawah 16%, dan gurun 2%, dengan isolator yang digunakan jenis keramik.
Jumlah Trip-out terbanyak yang terjadi pada daerah cadas yaitu 9 kali gangguan pada
tower 17, karena tower ini memiliki nilai pentanahan melebihi standar PUIL (≤ 5Ω)
yaitu 22.5Ω. Dengan mengevaluasi isolator yang berpolutan dalam kondisi lumut dan
debu pada saluran transmisi 150 Kv Koto Panjang-Payakumbuh, tingkat flashover
diprediksi dengan menghitung tegangan tembus pada isolator di daerah cadas yang
terjadi sambaran petir. Pada penelitian ini terbukti bahwa isolator yang terkontaminasi
lumut memiliki daya tahan kekuatan dielektrik yang lebih kecil, karena pada saat
tegangan uji 78.728 kV telah terjadi tegangan tembus pada isolator sebesar 20.54 kV
untuk satu piring isolator, 30.511 kV pengukuran 2 piring, dan 56.328 kV pengujian 3
piring. Dengan penurunan daya tahan kekuatan dielektrik sebesar 89,46 kV (81.36%)
dari BIL. Untuk tingkat perbandingan antara hasil eksperimen dan hasil simulasi pada
saat isolator bersih, terkontaminasi debu dan terkontaminasi lumut memberikan hasil
yang mirip umtuk nilai tegangan flash dengan persentase 84.223%. Perbedaan tersebut
dapat dipengaruhi oleh faktor resistansi pentanahan dan karekteristik kontaminan yang
dimodelkan pada simulasi EMTP.
Kata kunci : Kontaminan Isolator, EMTP, Resistansi Pentanahan, Flashover
Tidak tersedia versi lain