Text
ANALISA GANGGUAN (GFR) SEBAGAI PROTEKSI ARUS GANGGUAN HUBUNG SINGKAT PADA FEEDER BELIMBING KURANJI
Terjadinya Tegangan lebih menyebabkan arus lebih dan gangguan hubung singkat
pada jaringan distribusi 20 kV. Ada beberapa faktor ekternal seperti terjadinya bencana alam,
hujan lebat, pohon tumbang, petir, binatang dan faktor internal kuranganya perawatan alat
proteksi. Untuk meminimalisir gangguan diperlukan peningkatan kestabilan daya, kepekaan,
keandalan, selektif sehingga sistem proteksi menggunakan pengaman PMT. Peralatan
proteksi seperti Ground Fault Relay (GFR) adalah relay yang mendeteksi arus gangguan
untuk memerintahkan PMT trip. Maka itu analisis sistem proteksi diangkat untuk
meminimalisir kerusakan peralatan distribusi yang disebabkan gangguang hubung singkat
yang terjadi. Ruang lingkup dari penulisan tugas akhir ini untuk menentukan arus hubung
singkat 1 fasa ketanah dan menentukan nilai setting Ground Fault Relay ( GFR ). Penulisan
tugas akhir ini untuk menentukan Time Multi Setting (TMS) dan watuk kerja relay Incimong,
Outgoing, Recloser Mujahidin, dan Recloser TMP saat terjadi gangguan hubung singkat.
Pada Tugas akhir ini menggunakan metode kuntitatif deskrpitif dan membahas penyulang
Belimbing untuk menganalisis gangguan Ground Fault Relay (GFR). Dari hasil penelitian
didapat gangguan maksimum dan minimum hubung singkat 1 fasa ke tanah adalah 288.483
A dan 214.602 A. TMS pada gangguan singkat 1 fasa ketanah Incoming TMS = 0.34,
Outgoing TMS = 0.267, Recloser Mujahidin TMS = 0.14, Recloser TMP TMS= 0.074.
Waktu maksimum dan mnimum relay Incoming = 1.019 s dan 0.9 s , Outgoing = 0.791 s dan
0.699 s, Recloser Mujahidin = 0,442 s dan 0,391 s, dan Recloser TMP = 0.221 s dan 0. 195
s. Berdasarkan hasil anilisis relay akan bekerja ketika nilai arus gangguan melebihi nilai
setting relay tersebut.
Kata Kunci : Ground Fault Relay, Sistem Proteksi, Hubung Singkat, Time Multiple
Setting
Tidak tersedia versi lain