Text
PENGARUH INTENSITAS CURAH HUJAN DAN KEMIRINGAN LERENG TERHADAP TERHADAP EROSI YANG BERPOTENSI LONGSOR
Kabupaten Pasaman adalah salah satu daerah di Provinsi Sumatera Barat,
Indonesia. Daerah di sekitar Kabupaten Pasaman, tepatnya daerah Panti Rao sering
terjadi erosi ringan yang diakibatkan oleh kemiringan lereng dan intensitas curah hujan
serta tutupan tata guna lahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui
klasifikasi tingkat bahaya erosi pada Daerah Aliran Sungai Panti Rao. Perhitungan laju
erosi dihitung dengan menggunakan metode MUSLE. Data-data yang digunakan adalah
berupa data curah hujan Stasiun Panti Rao dan Stasiun Tongar, peta topografi, data tata
guna lahan, dan data erodibilitas tanah. Dari hasil perhitungan didapatkan nilai rata-rata
kemiringan lereng sebesar 6,80, debit puncak terbesar pada tahun 2008 sebesar 125,15
m3
/dt dan terendah pada tahun 2010 sebesar 0,09 m3
/dt, volume limpasan terbesar pada
tahun 2010 sebesar 11,15 m3
dan terendah pada tahun 2008 sebesar 8,98 m3
, dan laju
erosi sebesar 14,672 ton/ha/tahun, dengan laju erosi tertinggi terjadi pada tahun 2008
yaitu sebesar 20,074 ton/ha/tahun sedangkan laju erosi terendah terjadi pada tahun 2010
yaitu sebesar 11,345 ton/ha/tahun. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa
klasifikasi laju erosi pada Daerah Irigasi Panti Rao berada pada kelas 1 (Sangat Ringan).
Berdasarkan klasifikasi bahaya erosi tersebut dapat disimpulkan bahwa lereng pada
daerah tersebut masih berada dalam kategori aman.
Kata kunci :Debit Puncak, Metoda MUSLE, Laju Erosi.
Tidak tersedia versi lain