Text
Analisis Sistem Drainase Dikawasan Jalan Raya Lubuk Begalung Kota Padang Menggunakan Aplikasi EPA-SWMM
Kota Padang merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi untuk terjadinya
banjir. Seperti banjir yang sering terjadi berdasarkan penelitian yang dilakukan dengan
mengumpulkan artikel tentang banjir diketahui pada kurun waktu 2011-2013 terdapat
sekitar 23 kejadian banjir, dan berdasarkan penelitian tersebut kejadian
banjirdikategorikan menjadi tiga kategori: banjir bandang, banjir genangan banjir, dan
banjir rob. Dan sumber dari penyebabnya saling berhubungan yang dimana sumber
penyebab utamanya tidak maksimalnya system drainase di kota Padang.Tujuan
penelitian untuk mengetahui besarnya debit banjir pada Jalan Raya Lubuk Begalung
Kota Padang, mengetahui kemampuan sistem kapasitas saluran drainase dalam
menampung debit air saat terjadi hujan, dan Mengetahui EPA– SWMM
Dalam penelitian tersebut dipakai 3 metode metode yaitu Metode Normal, Metode
Gumbel, Metode Log Pearson III dan Menggunakan Aplikasi EPA-SWMM. Dari hasil
yang didapatkan Stasiun yang dipilih ialah Ladang padi, karena di daerah tesebut lebih
dekat dengan stasiun Ladang Padi. dan Data Curah Hujan maksimum dari stasiun
Ladang Padi pada tahun 2018 sebesar 192 mm. Dari Hasil perhitungan Curah Hujan
rencana yaitu memakai Metode Gumbel karena memenuhi syarat. Dan saluran yang
digunakan ialah saluran sekunder periode 5 tahun.yang didapatkan dalam curah hujan
rencana dalam jangka 5 tahun yaitu Metode Gumbel sekitar 149,85 mm. Dari data yang
di dapat nilai I sekitar 205,505mm/jam dan nilai Q sekitar 2,931 m3/dt. Dari hasil
simulasi yang dilakukan menggunakan EPA-SWMM terjadi ketinggian air di jam 2:00
wib dan mengalami penyusutan di Jam 5:15 wib
Berdasarkan uraiana di atas maka penulis memberikan beberapa kesimpulan yaitu
Kapasitas Saluran drainase pada Jalan Raya Lubuk Begalung Kota Padang tidak dapat
menampun g debit banjir yang terjadi. Berdasarkan program EPA SWMMdibuktikan
pada periode 5 tahun pada 6 junction. Dari Hasil permodelan menggunakan Aplikasi
EPA SWMM terdapat beberapa saluran yang tidak mampu menahan total hujan 149,85
mm yang diperoleh menggunakaan metode Gumbel, sehingga menyebabkan terjadi
genangan. Saluran yang terjadi genangan adalah C4 oleh sebab itu dimensi saluran
drainase perlu di perbesar.
Kata kunci : Saluran Drainase, Lubuk Begalung, Hidrologi, EPA SWMM
Tidak tersedia versi lain