Text
IDENTIFIKASI SEBARAN BANJIR BERDASARKAN TUTUPAN LAHAN MENGGUNAKAN CITRA SENTINEL-1 SYNTHETIC APERTURE RADAR (SAR) DI KOTA PADANG
Banjir merupakan fenomena alam yang terjadi karena dipicu oleh proses alamiah
dan aktivitas manusia yang tidak terkendali dalam mengeskploitasi alam. Banjir bisa
menyebabkan kerugian secara fisik maupun materil. Pada 28 September sampai dengan
29 September 2021, banjir terjadi di Kota Padang yang menggenangi berbagai tutupan
lahan wilayah kota. Identifikasi daerah sebaran banjir berdasarkan tutupan lahan
dilakukan menggunakan pendekatan penginderaan jauh dengan pengolahan dan
interpretasi data SAR (Synthetic Aperture Radar) yang bersumber dari citra satelit
Sentinel-1. Data SAR Sentinel-1 yang digunakan diakuisisi tanggal 16 September 2021
(sebelum banjir), 28 September 2021 (saat banjir) dan 10 Oktober 2021 (setelah banjir).
Metode yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu interpolasi bilinear, yakni penetapan
ambang batas air dan non-air dan dilakukan komposit RGB untuk mengetahui crisis
image atau sebaran banjir. Selanjutnya, dilakukan vektorisasi pada ArcGIS dan overlay
dengan data tutupan lahan di Kota Padang. Hasil penelitian ini, yaitu memperoleh sebaran
luasan banjir di Kota Padang yang terdapat pada 38 kelurahan dan 7 kecamatan.
Berdasarkan analisis luasan sebaran banjir terhadap tutupan lahan, yang terindentifikasi
terdapat pada 7 tutupan lahan dari 15 kelas tutupan lahan di Kota Padang, dihasilkan
bahwa sebaran banjir didominasi oleh tutupan lahan pemukiman dengan luasan 993,0 Ha
dan sebaran banjir terendah terdapat pada tutupan lahan Hutan Lahan Kering Sekunder
dengan luas 1,0 Ha.
Kata Kunci: Banjir, SAR (Synthetic Aperature Radar), Sentinel-1, Tutupan Lahan
Tidak tersedia versi lain