Text
PERBANDINGAN METODE SAVI DAN MSAVI UNTUK MELIHAT KERAPATAN VEGETASI DI KOTA BUKITTINGGI DENGAN MENGGUNAKAN CITRA LANDSAT 8
Peningkatan urbanisasi yang tinggi bertepatan dengan perkembangan
industri baru, menyebabkan penurunan indeks vegetasi dan kualitas kesehatan
pada suatu wilayah perkotaan. Vegetasi merupakan sumber daya alam yang paling
penting dalam kehidupan makhluk hidup. Artinya, sumber makanan dan tempat
berteduh bagi hewan dan manusia. Dalam ekosistem, hanya tumbuhan yang dapat
memberikan energi kepada organisme hidup dalam bentuk yang dapat digunakan
oleh hewan dan manusia berupa daun, buah, biji dan ubi jalar melalui proses
fotosintesis dengan bantuan sinar matahari. Gangguan/kerusakan kelompok
vegetasi akan mengubah keseimbangan ekosistem di mana vegetasi mendiami.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peta kerapatan vegetasi serta
membandingkan akurasi dua metode indeks vegetasi dengan menggunakan
metode SAVI (Soil Adjusted Vegetation Index) dan MSAVI (Modified Soil
Adjusted Vegetation Index) di Kota Bukittinggi dengan menggunakan data
penginderaan jauh berupa citra Landsat 8 tahun 2022. Jenis penelitian ini adalah
Kuantitatif menggunakan data angka dan analisis, serta menyajikan data dalam
bentuk table angka untuk melihat perbandingan akurasi metode SAVI (Soil
Adjusted Vegetation Index) dan MSAVI (Modified Soil Adjusted Vegetation
Index) di Kota Bukittinggi. Pada penelitian ini diketahui hasil dari analisis dari
pengolahan citra Landsat 8 memiliki 5 klasifikasi kerapan vegetasi dengan kelas
paling dominan adalah kelas kerapatan vegetasi sangat rapat dengan total luasan
pada indeks SAVI seluas 498,60 Ha dan pada indeks MSAVI seluas 603,55 Ha.
Lalu hasil uji akurasi dari metode SAVI (Soil Adjusted Vegetation Index) adalah
85,52% sedangkan pada metode MSAVI (Modified Soil Adjusted Vegetation
Index) adalah 92,1%.
Kata Kunci : Kerapatan Vegetasi, SAVI, MSAVI, Penginderaan Jauh,
Citra Landsat.
Tidak tersedia versi lain