Text
Klasifikasi Tingkat Kebakaran Berdasarkan Tutupan Lahan Menggunakan Citra Sentinel-2A (Studi Kasus : Kabupaten Rokan Hulu)
Kebakaran hutan yang terjadi di Kabupaten Rokan Hulu telah menjadi pusat
perhatian dikarenakan sulitnya penentuan wilayah secara spesifik. Wilayah kebakaran ini
berada di areal perbukitan, sehingga sulit untuk memadamkannya. Sedangkan data
kebakaran hanya berupa titik api maka perlunya dilakukan pemetaan lahan kebakaran di
Kabupaten Rokan Hulu agar dapat mengetahui daerah kebakaran secara spesifik, serta
dapat melakukan upaya pencegahan dan tindakan penanganan pasca kebakaran hutan dan
lahan di Indonesia terutama pada daerah-daerah yang rawan perlu mendapat perhatian
khusus, untuk mencegah kerugian yang lebih besar lagi. Tujuan penelitian adalah
mengidentifikasi tingkat keparahan kebakaran di Kabupaten Rokan Hulu berdasarkan
hasil interpretasi citra Sentinel 2-A tahun 2022, memetakan luasan area terbakar di
Kabupaten Rokan Hulu berdasarkan tingkat keparahan tutupan lahan menggunakan citra
Sentinel 2-A tahun 2022. Metode yang digunakan adalah NBR (Normalized Bruned
Ratio) dengan analisis multiwaktu citra sebelum terjadinya kebakaran (Prefire) dan
setelah terjadinya kebakaran (Postfire). Uji akurasi dilakukan dengan menggunakan data
Hotspot dan didapatkan hasil tingkat kepercayaan 94,7 %. Berdasarkan hasil analisis,
luas keparahan terbakar tinggi berada pada wilayah Rokan IV Koto dengan luasan 0,63
Ha, kelas pertumbuhan pasca kebakaran tinggi terluas terdapat di Kecamatan Bonai
Darussalam 501,53 Ha.
Kata kunci: Kebakaran Hutan, NBR, RBR, Hotspot, Tingkat Keparahan
Tidak tersedia versi lain