Text
ANALISA KESTABILAN TRANSIEN MENGGUNAKAN METODE TRAJEKTORI KRITIS PADA SISTEM WILAYAH SUMBAR
Penelitian ini untuk mengkaji analisa kestabilan transien dengan metode trajektori kritis
pada sistem wilayah sumbar. Kestabilan transien berperan penting untuk keamanan dan
keandalan dalam sistem tenaga listrik yang bertujuan untuk memperkirakan kondisi
pada sistem saat terjadinya pelepasan (outage) baik berupa pelepasan saluran maupun
pelepasan generator. Penelitian ini membahas kestabilan transien yang terjadi karena
adanya gangguan pada sistem yang mempengaruhi generator. Saat terjadinya gangguan,
sistem akan mengalami kondisi transien. Dalam kondisi tersebut, rele pengaman akan
bekerja untuk membuka circuit breaker dalam kurun waktu tertentu. Akan tetapi hal ini
tidak menjamin sistem akan kembali pada kondisi steady state. Pada tugas akhir ini
dilakukan perhitungan critical clearing time (CCT) saat terjadinya pelepasan saluran
dengan bantuan software ETAP 12.6. Saat waktu tcb open terjadinya pelepasan saluran 5
diantara bus maninjau-padang luar dengan nilai critical clearing time 1.028 second,
maka lintasan kritis yang terjadi didalam hasil simulasi saat terjadinya saluran lepas
diantara bus maninjau-padang luar adalah 1.028-1.029 second. Setelah terjadinya
gangguan sistem akan kembali stabil dengan waktu tcb open 0.375 second, sedangkan
saat terjadinya pelepasan saluran 10 diantara bus pauh limo-simpang haru dengan waktu
tcb open 0.250 second didapatkannya nilai critical clearing time adalah 1.008 second,
maka lintasan kritis yang terjadi didalam hasil simulasi saat terjadinya saluran lepas
diantara bus pauh limo-simpang haru adalah 1.008-1.009 second.
Kata Kunci : Kestablian transien, Saluran Lepas, Critical Clearing Time, Critical
Trajectory, ETAP 12.6
Tidak tersedia versi lain