Text
ANALISA PENGARUH REKONFIGURASI JARINGAN 20 KV TERHADAP KUALITAS TEGANGAN DAN RUGI DAYA DI SALURAN GARDU HUBUNG RAO DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE ETAP 12.6.0
Gardu Hubung Rao merupakan aset gardu hubung terjauh yang dimiliki UP3
Bukittinggi. Pada Tahun 2021 gardu ini disuplai melalui Gardu Induk Simpang Empat
dengan panjang saluran mencapai 129 kms. Dengan panjang jaringan yang terbilang
panjang, tentunya menimbulkan permasalahan, diantaranya adalah nilai jatuh tegangan
dan rugi daya pada saluran distribusi di GH Rao. Nilai jatuh tegangan saat itu mencapai
19,89% dan nilai rugi daya pada penyulangnya mencapai 12,07%. Berdasarkan hal
tersebut tentunya nilai jatuh tegangan pada saluran di Gardu Hubung Rao telah melewati
batas SPLN yaitu sebesar (maks 10 %). Pada Tahun 2022, PT. PLN (Persero) UP3
Bukittinggi melakukan rekonfigurasi jaringan pada saluran Gardu Hubung Rao, tujuan
dari proses rekonfigurasi adalah memperpendek panjang jaringan dan memecah beban
sehingga memperkecil impedansi pada saluran tersebut. Proses rekonfigurasi jaringan
yang dilakukan adalah memperpendek panjang saluran GH Rao menjadi 45 kms
merubah titik suplai tegangan melalui Gardu Induk Pasaman. Rekonfigurasi ini
memberikan dampak yang signifikan, nilai jatuh tegangan turun menjadi 2,46% dan
nilai rugi daya turun menjadi 2,37%. Setelah dilakukan rekonfigurasi, GH Rao
berencana mengoperasikan Feeder Express Utara untuk memikul beban dengan estiamsi
sebesar 40 A. Dengan simulasi perangkat lunak ETAP 12.6.0 maka dapat diprediksi
seberapa besar nilai jatuh tegangan dan rugi daya ketika Feeder Express Utara
dioperasikan.
Kata Kunci : Gardu Hubung Rao,Jatuh Tegangan, Rugi Daya, Rekonfigurasi Jaringan
Tidak tersedia versi lain