Text
ANALISA PERHITUNGAN KEBUTUHAN AIR IRIGASI DENGAN METODA KRITERIA PERENCANAAN DAN SOFTWARE CROPWAT8.0 (STUDI KASUS PADA DAERAH IRIGASI AMPING PARAK KABUPATEN PESISIR SELATAN )
Daerah Irigasi Ampiang Parak untuk mengairi arealnya sebagian besar dari tadah hujan
dan sebagian kecil air yang berasal dari bukit sekitarnya. Karena ketergantungan dari
sumber air tersebut maka penduduk Ampiang Parak belum bisa menggarap sawah
secara teratur setiap tahunnya. Tindak lanjut dari kepedulian pemerintah untuk
meningkatkan produksi pangan secara menyeluruh dan mengatasi kondisi daerah irigasi
Ampiang Parak, maka kini sedang dibangun Embung Ampiang Parak yang lokasinya di
Jorong Teratak Panas Nagari Ampiang Parak Timur, Kecamatan Sutera. Selanjutnya
merencanakan jaringan irigasi teknis Ampiang Parak, dengan merencanakan jaringan
utama yaitu saluran induk dan sekunder yang sumber air berasal dari Batang Ampiang
Parak melalui Embung tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghitung
kebutuhan air irigasi berdasarkan perhitungan manual sesuai pedoman KP 01 dan
perhitungan menggunakan aplikasi Cropwat 8.0. Dalam penelitian ini, penulis
menggunakan metodologi studi kasus dan evaluasi berdasarkan perhitungan yang di
peroleh. Hasil tersebut nantinya akan di bandingkan dengan hasil perhitungan rencana
awal pembangunan irigasi. Hasil yang didapat Evapotranspirasi potensial rata-rata
Penman-Monteith sebesar 3,075 mm/hari, dan evapotranspirasi potensial rata-rata
PenmanModifikasi sebesar 4,283 mm/hari, Kebutuhan air maximal Cropwat 8.0 sebesar
1,65 mm/dt/hr dan KP-01 sebesar 1,81mm/dt/hr pada periode Oktober – Januari,
Kebutuhan air maximal Cropwat 8.0 sebesar 1,30 mm/dt/hr dan KP-01 sebesar 3,04
mm/dt/hr pada periode Februari – November, Analisa penampang saluran mendapatkan
hasil h :1,375, b :5,5, A :10,401, p :10,75, R :0,967, I :0,00028 Q :7,280. Berdasarkan
penelitian ini, dapat di simpulkan bahwa jawaban dari tujuan penelitan menghitung
kebutuhan air irigasi berdasarkan perhitungan manual sesuai pedoman Kp 01 dan
perhitungan menggunakan aplikasi Cropwat 8.0 ini membandingkan nilai
Evantranspirasi potensial, Kebutuhan air maximal menggunakan metoda KP 01 dan
Cropwat 8.0 Jika kita mengunakan metoda Kp 01 perhitungannya lebih teliti jika kita
meggunakan aplikasi Cropwat 8.0 hasilnya lansung tanpa ada analisa.
Kata kunci : Kebutuhan air Irigasi, Cropwat 8.0, KP-01
Tidak tersedia versi lain