Perpustakaan Institut Teknologi Padang

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Studi Eksperimental Pengaruh Intensitas Curah Hujan Durasinya dan Kemiringan Lereng terhadap Erosi yang Berpotensi Longsor
Penanda Bagikan

Text

Studi Eksperimental Pengaruh Intensitas Curah Hujan Durasinya dan Kemiringan Lereng terhadap Erosi yang Berpotensi Longsor

Raihan Hanafi - Nama Orang;

Daerah di sekitar Kabupaten Agam, tepatnya daerah Jalan Malalak KM 81 sering terjadi
longsor, penyebab terjadinya bencana longsor adalah tanahnya labil sehingga sering longsor
karena pengaruh kemiringan tebing yang sangat curam. Faktor pemicu utama dari keruntuhan
lereng dapat diklasifikasikan menjadi tiga jenis faktor pemicu yaitu peristiwa curah hujan,
beban gempa, dan aktifitas manusia. Faktor aliran curah hujan bisa dalam bentuk aliran
permukaan, infiltrasi, aliran debris, akan menjadi pemicu mengubah tekanan air pori tanah,
perobahan kadar air tanah atau tekanan tanah di lereng dan secara langsung mengurangi
kekuatan geser tanah. Tujuan dari penelitian ini untuk mencari nilai regresi respon intensitas
dan durasi curah hujan terhadap aliran dan tekanan air pori tanah serta pengaruhnya terhadap
faktor keruntuhan lereng untuk tanah lempung pada secara simulasi dengan percobaan
laboratorium, dan membandingkan hasil penelitian dengan perhitungan nilai erosi
menggunakan data intensitas curah hujan asli. Metode yang digunakan dalam penelitian ini
adalah menggunakan metode Fellenius dan Bioschop. Data-data yang digunakan berupa
kadar air tanah, berat jenis tanah, kepadatan tanah, dan sand cone. Dari hasil perhitungan
didapatkan nilai rata-rata keruntuhan lereng berdasarkan besaran intensitas dan besaran sudut
lereng 60
0
mulai runtuh 0,8% dan runtuh 0,8%, sudut lereng 40
0
deformasi 0,55% dan mulai
runtuh 0.58%, sudut lereng 30
0
mulai runtuh 0,44% dan runtuh 0,44%. Dengan demikian
dapat disimpulkam bahwa, semakin kecil sudut yang dipakai maka semakin besar nilai


Ketersediaan
#
Perpustakaan ITP (karya ilmiah 1) 2221-085
2221-085
Tersedia - Available
Informasi Detail
Judul Seri
Tugas Akhir Teknik Sipil Sarjana
No. Panggil
2221-085
Penerbit
Padang : Fakultas Teknik ITP., 2022
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
2017210211
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
text
Tipe Media
computer
Tipe Pembawa
-
Edisi
2022
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
Raihan Hanafi
Informasi Lainnya
NIM
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
  • abstrak Raihan Hanafi
  • TA Raihan Hanafi
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan Institut Teknologi Padang
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?