Text
Studi Eksperimental Pengaruh Intensitas Curah Hujan Durasinya dan Kemiringan Lereng terhadap Erosi yang Berpotensi Longsor
Daerah di sekitar Kabupaten Agam, tepatnya daerah Jalan Malalak KM 81 sering terjadi
longsor, penyebab terjadinya bencana longsor adalah tanahnya labil sehingga sering longsor
karena pengaruh kemiringan tebing yang sangat curam. Faktor pemicu utama dari keruntuhan
lereng dapat diklasifikasikan menjadi tiga jenis faktor pemicu yaitu peristiwa curah hujan,
beban gempa, dan aktifitas manusia. Faktor aliran curah hujan bisa dalam bentuk aliran
permukaan, infiltrasi, aliran debris, akan menjadi pemicu mengubah tekanan air pori tanah,
perobahan kadar air tanah atau tekanan tanah di lereng dan secara langsung mengurangi
kekuatan geser tanah. Tujuan dari penelitian ini untuk mencari nilai regresi respon intensitas
dan durasi curah hujan terhadap aliran dan tekanan air pori tanah serta pengaruhnya terhadap
faktor keruntuhan lereng untuk tanah lempung pada secara simulasi dengan percobaan
laboratorium, dan membandingkan hasil penelitian dengan perhitungan nilai erosi
menggunakan data intensitas curah hujan asli. Metode yang digunakan dalam penelitian ini
adalah menggunakan metode Fellenius dan Bioschop. Data-data yang digunakan berupa
kadar air tanah, berat jenis tanah, kepadatan tanah, dan sand cone. Dari hasil perhitungan
didapatkan nilai rata-rata keruntuhan lereng berdasarkan besaran intensitas dan besaran sudut
lereng 60
0
mulai runtuh 0,8% dan runtuh 0,8%, sudut lereng 40
0
deformasi 0,55% dan mulai
runtuh 0.58%, sudut lereng 30
0
mulai runtuh 0,44% dan runtuh 0,44%. Dengan demikian
dapat disimpulkam bahwa, semakin kecil sudut yang dipakai maka semakin besar nilai
Tidak tersedia versi lain