Text
Green concrete dengan memanfaatkan batu apung sebagai bahan pengganti Parsial semen
Indonesia merupakan salah satu Negara yang dominan dalam menggunakan beton sebagai bahan material pada struktur bangunan. Sehingga terjadi peningkatan dalam produksi semen itu sendiri, produksi semen berlebihan dapat memberikan efek yang buruk bagi lingkungan. Upaya yang dilakukan guna untuk meminimalkan penggunaan semen dalam dunia konstruksi dan memaksimalkan menggunakan material dari alam secara langsung maka pemakaian semen jenis lain perlu di coba. Batu apung (pumice) bisa digunakan untuk campuran membuat beton, karena pada batu apung terkandung oksida silica yang cukup tinggi dan menjadi pilihan sebagai bahan pengganti perekat semen pada beton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh penambahan batu apung sebagai bahan pengganti parsial semen terhadap kuat tekan beton. Penelitian ini menggunakan bahan standar SNI 7656-2012. Benda uji yang digunakan berbentuk silinder baja dengan ukuran diameter 150 mm x 300 mm. Berdasarkan hasil uji kuat tekan yang dilakukan di labor dinas PU pada umur 28 hari untuk beton normal diperoleh kuat tekan rata-rata yaitu sebesar 24,33 Mpa, beton dengan batu apung 5% diperoleh kuat tekan rata-rata yaitu sebesar 23,30 Mpa, sedangkan beton dengan batu apung 10% diperoleh kuat tekan rata-rata yaitu sebesar 19,56 Mpa dan untuk beton dengan batu apung 15% diperoleh kuat tekan rata-rata yaitu sebesar 16,85 Mpa. Hasil penelitian beton dengan menggunakan batu apung sebagai bahan pengganti parsial semen menunjukkan bahwa kuat tekan yang paling optimum terdapat pada beton dengan dengan batu apung 5% pengganti parsial semen dengan hasil 23,30 Mpa pada umur 28 hari.
Kata Kunci : Batu Apung, Kuat Tekan.
Tidak tersedia versi lain