Text
PENGARUH ABU LIMBAH KULIT PINANG TERHADAP STABILISASI TANAH
Tanah dasar merupakan material utama yang sangat berpengaruh dan terpenting pada kostruksi jalan. Permasalahan umum yang sering dijumpai adalah tidak selalu ditemuinya tanah dasar (subgrade) yang memiliki daya dukung yang memadai, dalam menahan beban lalulintas. Alternatif yang dapat diambil untuk memperbaiki sifat-sifat tanah adalah dengan stabilisasi tanah. Pada penelitian ini, peneliti mencoba memanfaatkan limbah kulit pinang yang diambil di Sungai Lasi, Kabupaten Solok dan tanah lempung sebagai sampel diambil di Jalan Kampung Baru, Simpang Haru, Kelurahan Sawahan Timur, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang. Pencampuran abu kulit pinang adalah 0%, 5%, 10% dan 15% terhadap berat kering tanah. Pengujian terdiri dari uji sifat fisis dan uji sifat mekanis baik
terhadap tanah asli maupun tanah yang telah dicampur dengan abu kulit pinang. Uji sifat fisis diantaranya uji kadar air, berat jenis, batas-batas Atterberg dan uji saringan dan uji sifat mekanis adalah uji pemadatan dan uji pengembangan. Dari hasil uji sifat fisis tanah menunjukkan bahwa persentase abu kulit pinang dalam tanah dapat menurunkan nilai batas cair (LL) 18.25%, indeks Plastisitas (PI) 21.22% dan meningkatkan nilai batas plastis (PL) sebesar 2.96%, nilai batas susut (SL) sebesar 5.16% dari nilai- nilai yang sama pada sifat fisis tanah asli. Hasil uji sifat mekanis menunjukkan bahwa nilai-nilai kepadatan tanah, kadar air optimum, pengembangan dan tekanan pengembangan cenderung menurun seiring meningkatnya persentase abu kulit pinang dalam kandungan tanah. Pada persentase abu kulit pinang 10% nilai pengembangan dan tekanan pengembangan sudah menunjukan nilai 0 (nol) artinya pada kondisi ini kestabilan tanah sudah tercapai.
Kata kunci: Abu Kulit Pinang, Tanah lempung, Stabilitasi Tanah.
Tidak tersedia versi lain