Text
Pengaruh Metode Pemadatan Berlapis Terhadap Kuat Tekan Paving Block
Paving block biasanya terdiri dari campuran semen, pasir dan air. Dari beberapa penelitian terdahulu dalam pembuatan paving yaitu pressing secara langsung, memungkinkan terdapat rongga-rongga udara dan gelembung air yang menyebabkan paving tersebut tidak padat, dan hal tersebut dapat mengurangi kekuatan paving blok. Maka dalam penelitian ini akan dilakukan uji pengaruh metode pemadatan pemadatan berlapis terhadap kuat tekan paving blok, dengan harapan dapat menghasilkan paving blok yang mempunyai kuat tekan yang tinggi agar paving blok kuat dalam menerima
kuat tekan. Penelitian dilakukan dengan pemadatan berlapis menggunakan benda uji persegi panjang dengan ukuran 20 cm x 10 cm x 6 cm sebanyak 16 buah dengan umur pengujian kuat tekan 28 hari, dengan campuran paving block 1 semen : 3 pasir, dan mutu rencana mutu D yaitu 8,5. Berdasarkan hasil pengujian kuat tekan 1 lapis sebesar 9,72 MPa, 2 lapis didapat sebesar 10,40 MPa, 3 lapis didapat sebesar 10,75 MPa, 4 lapis
didapat sebesar 11,48 MPa. Dapat kita lihat bahwa pembuatan paving block dengan cara pemadatan berlapis terhadap kuat tekan paving block dengan variasi 1 lapis, 2 lapis, 3 lapis dan 4 lapis, menunjukkan peningkatan terhadap nilai kuat tekan paving block. Pengujian penyerapan air pada paving block yang diperoleh sebesar 10,69% - 12,23%, maka penyerapan air ini tidak memenuhi SNI-03-0691-1996 yaitu sebesar 3%-10%.
Kata kunci : Paving Block, Metode Pemadatan Berlapis, Kuat Tekan, Penyerapan Air.
Tidak tersedia versi lain