Text
Analisa Kebutuhan Air Irigasi dengan Metode KP-01 dan Software Cropwat Versi 8.0 (pada Daerah Irigasi Batang Bayang)
ABSTRAK
Kabupaten Pasaman Barat adalah salah satu daerah di Provinsi Sumatera Barat, Indonesia, yang terdapat banyak lahan pertanian. Namun seringkali area persawahan di daerah tersebut mengalami kekeringan baik itu pada musim kemarau ataupun musim hujan dikarenakan masalah ketersediaan air. Ditambah lagi banyaknya alih fungsi lahan dari sawah dan palawija menjadi lahan perkebunan sawit, sehingga membuat Daerah Irigasi Batang Bayang seluas 6500 ha berubah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghitung kebutuhan air irigasi sesuai dengan pedoman Standar Perencanaan Irigasi (KP-01) dan Software Cropwat 8.0, serta membandingkan hasil perhitungan kebutuhan air irigasi dari kedua metode tersebut. Kebutuhan air Irigasi dihitung dengan menggunakan dua metode, yaitu dengan Metode Penman Modifikasi (KP-01) dan Software Cropwat 8.0. Data-data yang digunakan adalah data curah hujan Stasiun Ujung Gading dan Silaping sebagai Stasiun Hujan terdekat, dan data klimatologi yang diambil dari Stasiun Ujung Gading. Nilai evapotranspirasi potensial (Eto) rata-rata yang didapatkan dengan Metode KP-01 sebesar 3,10 mm/hari, sedangkan Cropwat 8.0 sebesar 3,01 mm/hari. Untuk nilai ETC tergantung pada koefisien tanaman (Ke). Dari hasil analisa diperoleh bahwa untuk tanaman padi, kebutuhan air tanaman (Irrigation Requirements (IR)) terbesar terjadi pada dekade ketiga bulan Januari, yaitu sebesar 129,3 mm/dec atau sebesar 1,50 lt/dt/Ha, dan debit kebutuhan air irigasi untuk seluruh Daerah Irigasi adalah 31,55 m3/dt, sementara dengan metode manual (KP-01) diperoleh kebutuhan air irigasi terbesar pada bulan Mei periode-2 sebesar 15,49 mm/hr atau 11,65 m3/dt. Sedangkan untuk tanaman palawija kebutuhan air terbesar terjadi pada dekade kedua bulan Desember, yaitu sebesar 15,1 mm/dec atau sebesar 0,17 It/dt/Ha, dengan debit kebutuhan air irigasi 4,44 m3/dt, sementara dengan metode manual (KP-01) diperoleh kebutuhan air irigasi terbesar pada bulan November periode-1 sebesar 9,16 mm/hr atau 6,89 m3/dt. Dari hasil kajian dan laporan akhir BWS tahun 2005, diperoleh debit andalan Batang Bayang sebesar 1,0 m3/dt, yang artinya ketersediaan air pada Daerah Irigasi (DI) Batang Bayang kurang mencukupi untuk memenuhi kebutuhan air irigasi Daerah Irigasi tersebut.
Kata kunci: kebutuhan air irigasi, cropwat 8.0, ketersediaan air, debit andalan, Eto, Etc.
Tidak tersedia versi lain