Text
Analisa Pengaruh Penempatan Arrester Terhadap Pengamanan Transformator Daya pada Gardu Induk Pauh V
ABSTRAK
Petir merupakan penyebab utama gangguan saluran udara yang tidak dapat diprediksi. Petir dapat menyebabkan kerusakan pada peralatan gardu induk. Sambaran petir pada saluran transmisi akan menimbulkan gelombang berjalan yang menyebabkan kenaikan
tegangan lebih pada peralatan gardu induk. Untuk mengurangi tegangan lebih tersebut maka dibutuhkan pemasangan arester sedekat mungkin dengan peralatan. Pada penelitian ini membahas pengaruh penempatan arester pada pengamanan transformator daya 60 MVA. Pada studi dilakukan perhitungan jarak optimum penempatan arester dari transformator menggunakan metode pantulan berulang. Untuk melihat pengaruh jarak penempatan arester dari transformator maka dilakukan simulasi menggunakan software ATP (Alternative Transients Program). Simulasi dilakukan dengan menggunakan arus petir sebesar 10 kA dengan muka dan ekor gelombang 8/20 µs. Dari hasil perhitungan matematis, didapatkan jarak optimum pemasangan arester terhadap transformator sebesar 22,5 meter, jarak dilapangan adalah 15 meter. Dan hasil simulasi diketahui pengaruh jarak pemasangan arester yang dilakukan pada ATP adalah untuk jarak arester 10 meter dari tranformator didapatkan tegangan puncak yang sampai ke transformator pada fasa R sebesar 97 kV, fasa S sebesar 36 kV, dan fasa T sebesar 69 kV. Sedangkan untuk jarak 28,5 meter didapatkan tegangan puncak yang sampai ke transformator adalah pada fasa R sebesar 178 kV, fasa S sebesar 158 kV, dan fasa T sebesar 172 kV. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa semakin jauh jarak penempatan arester dari transformator maka
semakin besar tegangan puncak yang sampai ke transformator di saat terjadinya surja petir.dan sebaliknya semakin dekat jarak arester dari transformator maka semakin kecil juga tegangan puncak yang sampai ke transformator tersebut.
Kata Kunci: Petir, Arrester, Transmisi, ATP
Tidak tersedia versi lain