Perpustakaan Institut Teknologi Padang

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Analisa Pengaruh Penempatan Arrester Terhadap Pengamanan Transformator Daya pada Gardu Induk Pauh V
Penanda Bagikan

Text

Analisa Pengaruh Penempatan Arrester Terhadap Pengamanan Transformator Daya pada Gardu Induk Pauh V

Arif Okta Viandri - Nama Orang;

ABSTRAK
Petir merupakan penyebab utama gangguan saluran udara yang tidak dapat diprediksi. Petir dapat menyebabkan kerusakan pada peralatan gardu induk. Sambaran petir pada saluran transmisi akan menimbulkan gelombang berjalan yang menyebabkan kenaikan
tegangan lebih pada peralatan gardu induk. Untuk mengurangi tegangan lebih tersebut maka dibutuhkan pemasangan arester sedekat mungkin dengan peralatan. Pada penelitian ini membahas pengaruh penempatan arester pada pengamanan transformator daya 60 MVA. Pada studi dilakukan perhitungan jarak optimum penempatan arester dari transformator menggunakan metode pantulan berulang. Untuk melihat pengaruh jarak penempatan arester dari transformator maka dilakukan simulasi menggunakan software ATP (Alternative Transients Program). Simulasi dilakukan dengan menggunakan arus petir sebesar 10 kA dengan muka dan ekor gelombang 8/20 µs. Dari hasil perhitungan matematis, didapatkan jarak optimum pemasangan arester terhadap transformator sebesar 22,5 meter, jarak dilapangan adalah 15 meter. Dan hasil simulasi diketahui pengaruh jarak pemasangan arester yang dilakukan pada ATP adalah untuk jarak arester 10 meter dari tranformator didapatkan tegangan puncak yang sampai ke transformator pada fasa R sebesar 97 kV, fasa S sebesar 36 kV, dan fasa T sebesar 69 kV. Sedangkan untuk jarak 28,5 meter didapatkan tegangan puncak yang sampai ke transformator adalah pada fasa R sebesar 178 kV, fasa S sebesar 158 kV, dan fasa T sebesar 172 kV. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa semakin jauh jarak penempatan arester dari transformator maka
semakin besar tegangan puncak yang sampai ke transformator di saat terjadinya surja petir.dan sebaliknya semakin dekat jarak arester dari transformator maka semakin kecil juga tegangan puncak yang sampai ke transformator tersebut.

Kata Kunci: Petir, Arrester, Transmisi, ATP


Ketersediaan
#
Perpustakaan ITP (Karya Ilmiah 2) 2231-019
2231-019
Tersedia - Available
Informasi Detail
Judul Seri
Tugas Akhir Teknik Elektro Sarjana
No. Panggil
2231-019
Penerbit
Padang : Fakultas Teknik ITP., 2022
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
2017310086
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
text
Tipe Media
computer
Tipe Pembawa
-
Edisi
2022
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Informasi Lainnya
NIM
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
  • 7.Abstrak Indonesia - ARIF OKTAVIANDRI
  • Harap masuk untuk melihat lampiran
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan Institut Teknologi Padang
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?