Text
Monitoring Kinerja PV Terhadap Pengaruh Polutan Menggunakan Data Logger Berbasis Internet Of Thing (IoT)
Indonesia negara yang memiliki sumber daya energi yang cukup melimpah. Letak geografis yang berada pada jalur katulistiwa menjadikan daerah Indonesia selalu disinari matahari selama 10-12 jam/hari. Dalam jangka waktu tersebut berkemungkinan PV (Photovoltaic) terpapar oleh polutan terutama debu. Penumpukan debu pada permukaan PV dapat menyebabkan terhalangnya sinar
matahari yang diterima PV sehingga mengurangi kinerjanya. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan memonitoring kinerja PV terhadap pengaruh polutan menggunakan data logger berbasis IoT di bypass km 15 selama 5 hari menggunakan metode survey dengan mengumpulkan data dari masing-masing sensor. Percobaan dilakukan dengan membandingkan hasil saat pengukuran PLTS tanpa debu dan PLTS berdebu. Pada percobaan PLTS tanpa debu didapatkan data rata-rata tegangan sebesar 13,79 V/hari, data rata-rata cahaya sebesar 2027,1 Lux/hari, dan data rata-rata suhu sebesar 27,4ºC/hari. Percobaan PLTS dengan debu menghasilkan data rata-rata tegangan selama 5 hari adalah 12,13 V/ hari; 11,9 V/hari; 11,5 V/hari; 12,96 V/hari; 12,82 V/hari. Data rata-rata intensitas cahaya 1554,2 Lux/hari; 1335,6 Lux/hari; 1367,4 Lux/hari; 1770 Lux/hari; 1688,5 Lux/hari. Data rata-rata arus adalah 0,1731 A/hari, 0,1669 A/hari; 0,2141 A/hari; 0,2343 A/hari; 0,2631 A/hari. Data rata-rata suhu adalah 27,4 ºC/hari; 26,8 ºC/hari; 26,3 ºC/hari; 28 ºC/hari; 26,8 ºC/hari. Data rata-rata debu adalah 0,08 mg/m; 0,09 mg/m;0,09 mg/m;0,10 mg/m; 0,14 mg/m. Dari hasil monitoring di area penelitian tanggal 24 - 28 januari 2022 terjadi peningkatan polutan dari awal pengambilan data sampai hari terakhir. Dikarenakan partikel polutan di tempat penelitian merupakan jalan lintas kendaraan. Hasil percobaan tanpa debu terlihat output PV lebih baik dibandingkan ketika PV sudah mengalami polutan pada permukaannya.
Kata Kunci: PV, Debu, Arus, Tegangan, Intensistas cahaya, Suhu
Tidak tersedia versi lain