Text
Studi Kinerja pada Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Hibrid Menggunakan Cell Surya dan Wind Turbine
Perawatan dan pemeliharan PLTH juga sangat diperlukan dalam memenuhi permintaan kebutuhan listrik, dalam proses pemeliharaan juga perlu evaluasi dan analisis kinerja pada PLTH yang sudah ada agar dapat memantau produksi listrik tetap sesuai dengan kapasitas perencanaan PLTH tersebut. Dalam menentukan kinerja pada PLTH sudah baik adalah dengan meninjau dan mengukur kinerja dari tegnologi pada PLTH tersebut agar dapat menemukan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi PLTH tersebut. PLTH dapat bekerja secara optimal dalam memenuhi kebutuhan akan energi listrik apabila beban terpasang bisa digunakan dalam jangka waktu yang di butuhkan. Jika beban 48 watt dan 5 jam pemakaian, maka baterai/acuu yang dibutukan yakni minimal aki 12V 20Ah agar jumlah beban dan kapasitas aki setara. Akan lebih baik jika kapasitas aki lebih besar dari 20Ah
agar aki lebih awet dan tidak terlalu sering kosong, panel surya 50 WP mampu melakukan pengecasan aki 12V 20Ah selama lebih kurang 10 jam pengecasan dalam sehari. Dengan demikian kinerja dari PLTH akan lebih maskimal dan optimal dalam memenuhi kebutuhan serta memudahkan dalam pemeliharan perawatan karena berkurangnya resiko kerusakan terhadap komponen. PLTH
memiliki kemampuan untuk mensuplai energi listrik rata-rata sebesar 3,172 Watt perjam, jika Panel surya beroperasi dari pukul 06.30 sampai 18.30 atau selama 12 jam maka PLTS 50 Watt mampu mensuplai energi sebesar 38.064 Wh dalam satu
hari sedangkan PLTB hanya mampu menhasil kan daya yang sangat kecil , sementara energi yang dibutuhkan untuk pengecasan Aki hingga penuh sebesar 90Wh. Ini menunjukkan bahwa PLTH memiliki tingkat kinerja yang rendah karena hanya mampu mengahasilkan energi sebesar 42,3% dari total energi yang dibutuhkan,
Kata Kunci : Studi Kinerja, Sistem PLTH, Pemeliharaan PLTH, Kinerja Pada Sistem PLTH
Tidak tersedia versi lain