Text
pemetaan batimetri dan sadimentasi perairan pantai sambungo kabupaten pesisir selatan provinsi sumatera barat
ABSTRAK
Pemetaan Batimetri dan Sedimentasi Perairan Pantai Sambungo
Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat
Pulung Pambudi
2014510039
Teknik Geodesi
Provinsi Sumatera Barat mempunyai kawasan laut termasuk zona ekonomi eksklusif (ZEE) dengan kondisi perairan pesisir yang relatif baik sehingga banyak potensi kelautan yang memungkinkan untuk dikembangkan. Kawasan Pesisir Selatan merupakan salah satu kawasan prioritas dalam pembangunan dan pengelolaan wilayah pantai. Bermacam-macam peruntukan lahan diwilayah pesisir antara lain: pusat pemerintahan, pemukiman, industri, pelabuhan, pertambakan, pertanian/perikanan, dan pariwisata. Perairan Pantai Sambungo berada didaerah paling selatan Kabupaten Pesisir Selatan, untuk menunjang laju perekonomian daerah dan masyarakat yang beraktivitas di sekitarnya maka dibutuhkan pembangunan infrastruktur serta pengelolaan wilayah Perairan Pantai Sambungo. Diketahui bahwa suatu wilayah mempunyai karakteristik yang spesifik dan berbeda-beda, sehingga dalam perencanaan pembangunan dan pengelolaan Perairan Pantai Sambungo dibutuhkan informasi batimetri, sedimentasi, serta kondisi morfologi wilayah tersebut. Dengan adanya gambaran informasi dasar beberapa parameter fisik tersebut, akan berfungsi sebagai bahan acuan pengambilan keputusan perencanaan pembangunan, dan pengelolaan wilayah perairan Pantai Sambungo.
Tujuan penelitian ini untuk memperoleh informasi profil dasar perairan guna mengetahui kedalaman, kelerengan, dan morfologi dasar serta sedimentasi di Perairan Pantai Sambungo, Kabupaten Pesisir Selatan. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dimana data penelitian berupa angka-angka dan analisis menggunakan statistik atau model, mengambil beberapa sampel yang kemudian digunakan untuk menggambarkan karakteristik wilayah yang diwaliki secara representatif.
Hasil penelitian menunjukkan kedalaman Perairan Pantai Sambungo berkisar antara 0m s/d -16m pada kondisi pasang tertinggi (High Water Spring), dengan kedalaman -15.12m pada Channel 1 (High Frequency) dan -15.25m pada Channel 2 (Low Frequency). Pada kondisi pasang surut rata-rata (Mean Sea Level), kedalaman perairan adalah -14.29m pada Channel 1 (High Frequency) dan -14.42m pada Channel
2 (Low Frequency). Pada kondisi surut terendah (Low Water Spring), kedalaman perairan adalah -13.58m pada Channel 1 (High Frequency) dan -13.71m pada Channel
2 (Low Frequency). Kelerangan/Slope dasar perairan pada kedalaman 0m s/d -10m dengan jarak ±5,8m, memiliki kelerengan 15% - 25% masuk kelas lereng (IV) dengan kategori curam, dan pada kedalaman -10m s/d -15m dengan jarak ±1500m, memiliki nilai kelerengan 2% - 7% masuk kelas lereng (II) dengan kategori landai. Morfologi permukaan dasar perairan mulai dari datar, landai, curam dan bergelombang dengan 3 jenis tekstur sedimen meliputi; pasir lanauan (silty sand), lanau lempungan (clayey silt), dan lempung lanauan (silty clay), secara keseluruhan didominasi oleh jenis tekstur sedimen lempung (clay).
Kata Kunci : Batimetri, Sedimentasi, Perairan Pantai Sambungo
i
Tidak tersedia versi lain