Perpustakaan Institut Teknologi Padang

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title
Penanda Bagikan

Text

PERBANDINGAN METODE KRIGING DAN SPLINE DALAM PEMBUATAN DEM (studi kasus Kecamatan pauh kota padang)

Muhammad Anshar Zuhandes - Nama Orang;

ABSTRAK



Digital Elevation Model (DEM) merupakan Informasi tentang ketinggian suatu tempat (elevasi). Kota Padang adalah kota terbesar di Sumatera Barat dengan kondisi geografi berbatasan laut dan dikelilingi perbukitan yang mencapai ketinggian
1.853 mdpl. Kebutuhan DEM untuk Kota Padang diperlukan sebagai data awal untuk pemetaan Topografi yang digunakan untuk pekerjaan seperti mitigasi bencana (banjir, tanah longsor, gempa bumi, bahkan tsunami). Pembuatan Peta DEM dapat dilakukan dengan beberapa metode seperti metode Kriging dan metode Spline. Metode Kriging merupakan analisis data geostatistika yang digunakan untuk mengestimasi besarnya nilai yang mewakili suatu titik yang tidak tersampel berdasarkan titik–titik tersampel yang berada di sekitarnya dengan mempertimbangkan korelasi spasial yang ada dalam data tersebut. Sedangkan metode Spline Merupakan Metode Interpolasi yang biasa digunakan untuk mendapatkan nilai melalui kurva minimum antara nilai-nilai input.
Data yang digunakan berupa data Pengukuran Langsung dari Lapangan dan Data DEM. Kemudian data tersebut diolah dan mendapatkan hasil, dari kedua metode tersebut memiliki proses yang sama namun hasilnya berbeda. Untuk kedua metode diatas menghasilkan berupa nilai- nilai koreksi. Untuk metode Kriging mendapatkan nilai Maksimal
5,63682089m, untuk nilai Minimalnya yaitu 0,00000001m. Untuk metode Spline mendapatkan nilai Maksimal sebesar 9,19976840m, dan nilai Minimalnya yaitu 0,00000355m. dari kedua metode tersebut nilai RMSe yang lebih kecil yaitu 6,0493m utnuk metode Kriging, sedangkan metode Spline menghasilkan nilai koreksi RMSe yang besar yaitu 7,0307m, dan mendapatkan selisih pada kedua metode dengan nilai 0,9813m. Metode Kriging memperlihatkan hasil pada ketinggian yang relatif datar untuk DEM-nya yang berbeda dengan Metode Spline yang menghasilkan ketinggian yang tidak relatif pada peta DEM.




Kata Kunci : DEM, Metode Kriging, Metode Spline


Ketersediaan
#
Belum memasukkan lokasi 2151-029
2151-0291
Tersedia - Available
Informasi Detail
Judul Seri
laporan ta teknik geodesi
No. Panggil
2151-029
Penerbit
Padang : Fakultas Teknik ITP., 2021
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
2015510015
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
text
Tipe Media
computer
Tipe Pembawa
-
Edisi
2021
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
MUHAMMAD ANSHAR ZUHANDES
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
  • MUHAMMAD ANSHAR ZUHANDES
    abstrak
  • MUHAMMAD ANSHAR ZUHANDES
    ta full
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan Institut Teknologi Padang
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?