Text
ANALISA KAWASAN POTENSI LONGSOR (Studi Kasus : Kota Solok Sumatera Barat)
ABSTRAK
Berdasarkan pengamatan atau pemetan yang telah dilakukan pada Kawasan Kota Solok, ditemukan bahwa lereng yang memiliki banyak struktur medan lemah (tanah yang lunak), berupa kemiringan lereng yang curam, dan intensitas curah hujan di kota solok sangat mempengaruhi kestabilan lereng. Beberapa faktor itulah yang membuat daerah tersebut terjadinya longsor.
Tujuan yang terdapat pada penelitian ini adalah untuk mendapatkan sebaran kawasan potensi longsor di Kota Solok dan mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi tingkat kerawanan longsor di Kota Solok pada tahun 2020.
Dari penelitian yang telah dilakukan kita dapatkan hasil dari jenis tanah, curah hujan, kemiringan lereng dan seluruh pemetaan lahan Kota Solok. Maka dari itu untuk mengindentifikasikan faktor yang mempengaruhi tingkat kawasan longsor dapat kita atasi dengan adanya pemetaan potensi longsor pada kawasaan Kota Solok. Luasan potensi longsor Kota Solok”, dengan Tingkatan Rendah seluas 573,2953 ha pada Kelurahan Tanah Garam Kecamatan Lubuk Sikarah, dan Luasan Potensi Longsor dengan Tingkatan sedang seluas 1.692,4074 ha tingkatan Tertinggi seluas 431,9744 ha terdapat pada Kelurahan Tanah Garam Kecamatan Lubuk Sikarah. Untuk parameter yang digunakan dalam penelitian adalah data curah hujan tahun 2020, data jenis tanah (peta geologi) dan data DEM untuk menentukan kemiringan lereng yang ada di Kota Solok. Analisis yang dilakukan adalah metode overlay terhadap semua parameter yang dibutuhkan. Selanjutnya melakukan pembobotan parameter untuk kawasan potensi longsor yang menghasilkan nilai rentan 1.5–2,3 menjadi tingkat kerawanan rendah, nilai rentan 2,4–3,2 tingkat kerawanan sedang dan nilai rentan
3,3-4,1 tingkat kerawanan tinggi.
Kayword : Potensi Longsor, Skoring, ArcGis.
vi
Tidak tersedia versi lain