Text
POLA SPASIAL PENYEBARAN WABAH COVID-19 MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (STUDI KASUS : PROVINSI DKI JAKARTA)
POLA SPASIAL PENYEBARAN WABAH COVID-19
MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (STUDI KASUS : PROVINSI DKI JAKARTA)
Eliza Nanda Pitria (2017510006)
Program Studi Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Institut Teknologi Padang Jl. Gajah Mada, Kandis, Nanggalo, Padang 25143, Sumatera Barat Telp. (0751) 7055202 E-mail: Elizanandafitriasaragih@gmail.com
ABSTRAK
Pandemi COVID-19 telah berjalan di Indonesia selama setahun lebih. Kasus pertamanya ditemukan pada Maret 2020. DKI Jakarta merupakan Ibukota negara dengan kepadatan penduduk yang tinggi dan merupakan pusat perekonomian terancam karena wilayah tersebut memiliki kerentanan yang tinggi terhadap penyebaran COVID-
19. Jumlah kasus terkonfirmasi yang terus melonjak dan penyebaran yang sulit dikendalikan mengakibatkan pemerintah DKI Jakarta mengambil kebijakan seperti penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), yang bertujuan untuk menghentikan penyebaran COVID-19, dan untuk mencari pola penyebaran COVID-19. Dalam penelitian ini menggunakan sistem informasi geografis dalam mencari pola penyebaran COVID-19. Metode analisis yang digunakan yakni autocorrelation spasial, yang dilakukan menggunakan Moran Indeks. Selain itu uji autocorrelation juga dilakukan mengggunakan Local Indicator of Spatial Autocorrelation (LISA) dengan hasilnya berupa peta cluster dan peta signifikansi. Metode analisis Ordinary Least Squares yakni salah satu teknik regresi yang menyediakan model global untuk memahami dan membuat prediksi variabel dalam penelitian. Variabel korelasi penelitian yang digunakan yakni Pasar, Supermarket, Bus, dan Stasiun. Hasil dari penelitian ini adalah Autokorelasi spasial pola penyebaran COVID-19 antar kelurahan dan secara spasial pola sebarannya bersifat mengelompok (clustered). Pada pola penyebaran regresi OLS yaitu pada variabel supermarket dengan nilai R-Squared
0,128555 atau 12% mempengaruhi penyebaran COVID-19. Berdasarkan perhitungan R- Square, Koenker (BP) dan juga pada model OLS asumsi homoskedastisitas tidak terpenuhi, sehingga Model Ordinary Least Squares belum baik dibandingkan dengan model lainnya dalam menganalisis pola penyebaran COVID-19 di DKI Jakarta.
Kata Kunci : COVID-19, SIG, Autocorrerelation Spasial, Ordinary Least Square
(OLS)
v
Tidak tersedia versi lain