Text
Klasifikasi Kondisi Rumah Menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan Backpropagation
INTISARI
Berbagai program terkait peningkatan kualitas rumah telah dilaksanakan dengan berbagai sumber pendanaan. Dinas PUPR bertanggung jawab dalam kegiatan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya. Untuk sampai mendapatkan keputusan apakah seseorang memiliki kondisi rumah tidak layak huni dan dapat diusulkan bantuan perlu dilakukan klasifikasi rumah tidak layak huni dan layak huni.
Pada penelitian ini dilakukan klasifikasi kondisi rumah tidak layak huni dan layak huni dengan menggunakan jaringan syaraf tiruan backpropagation. Sistem klasifikasi kondisi rumah tidak layak huni ini menggunakan data sebanyak 4051 data dimana dibagi kedalam data latih sebanyak 3239 dan data uji sebanyak 812 data serta menggunakan parameter epoch (100 dan 1000), learning rate (0-1), hidden layer (3,9 dan 21), gradient (1e-07) serta 0.001 goal/error.
Hasil penelitian yang didapatkan yaitu metode ini mampu mengklasifikasikan rumah tidak layak huni dan layak huni dengan benar yaitu 811 data dari totalnya 812 data dengan persentase 99.8768% dengan menggunakan arsitektur model yaitu (9-21-1) dengan
9 input, 21 hidden layer dan 1 output. Serta waktu training yaitu 48 detik, maksimum iterasi 1000, error 0.001, gradient minimum 10e-07 dan fungsi aktivasi sigmoid biner. Pada pengujian menggunakan kuisioner dengan total 3 responden dari pegawai Dinas PUPR Kabupaten Solok tingkat kelayakan sistem ini sebesar 84,6%.
Kata Kunci : Klasifikasi, Rumah Tidak Layak Huni, Jaringan Syaraf Tiruan
Backpropagation
iv
Tidak tersedia versi lain