Text
Kajian Energi dan Kinerja Alat Greenhouse Rotary Dryer dengan Temperatur 50˚C Pada Proses Pengeringan Ikan Nila
ABSTRAK
Indonesia merupakan salah satu negara yang memproduksi ikan terbesar di dunia baik ikan tangkap maupun ikan tambak. Ikan banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia dikarenakan manfaatnya untuk kecerdasan dan kesehatan tubuh yang mengandung protein yang tinggi dan rendahnya kandungan lemak dibandingkan hewan lain. Pada umumnya pengeringan ikan masih menggunakan metoda tradisional yaitu ikan dijemur secara langsung di bawah sinaran matahari. Metoda pengeringan ini mempunyai beberapa kelemahan yaitu kadar air tidak merata, mudah bercampur dengan debu sehingga kualitas ikan yang telah dikeringan rendah, bergantung pada cuaca dan waktu pengeringan lama. Untuk mengatasi masalah tersebut perlu diciptakan sebuah alat pengering yang efektif dan efisien. Tujuan penelitian ini adalah membuat, melakukan analisis energi, dan prestasi terhadap alat pengering ikan tipe efek rumah kaca jenis rotary. Energi yang dibutuhkan untuk mengeringkan ikan dari kadar air awal bahan 72% basis basah (berat awal ikan 40 kg) hingga kadar air akhir 10%-14% basis basah (berat akhir ikan 11,84 kg) selama 14 jam pada temperatur udara pengeringan 60oC, laju aliran massa udara 0,403 kg/s, dan putaran roda rotary 17 rpm sebanyak 342,83 kW dengan rincian sebagai berikut: energi dari pembakaran bahan bakar 238,37 kW; energi dari matahari 41,66 kW dan energi listrik 40,88 kW. Parameter prestasi dari alat pengering adalah: laju pengeringan dengan rata-rata 2,37 kg/jam, laju penguapan air spesifik (SMER) dengan rata-rata 0,1 kg/kWh, konsumsi energi spesifik (SEC) dengan rata-rata 26,92 kg/kWh, konsumsi energi thermal spesifik (STEC) dengan rata-rata 23,46 kg/kWh, konsumsi energi listrik (SEEC) dengan rata-rata 3,46 kg/kWh, dan efisiensi alat pengering maksimum sebesar
18,35 %, efisiensi thermal tungku biomassa maksimum sebesar 90,12%.
Kata kunci: ikan, sinaran matahari, pengering rumah kaca, prestasi.
iii
Tidak tersedia versi lain