Text
Perbandingan prestasi alat pengering greenhouse pada temperatur 70 dan 50
ABSTRAK
Perikanan merupakan salah satu sektor yang potensial sebagai sumber protein masyarakat Indonesia. Ikan banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia dikarenakan manfaatnya untuk kecerdasan dan kesehatan tubuh.Namun hasil perikanan merupakan komoditas yang mudah mengalami kemunduran mutu dan pembusukan, dimana hal ini terjadi setelah ikan di tangkap, dengan demikian perlu penanganan cepat, tepat dan benar untuk menjaga kualitas dan hasil perikanan tersebut. Pada umumnya pengeringan ikan masih menggunakan metode tradisional yaitu ikan di jemur secara langsung dibawah sinar matahari. Metode pengeringan ini mempunyai beberapa kelemahan yaitu kadar air tidak merata mudah tercampur dengan debu dan proses pengeringannya membutuhkan waktu yang lama. Untuk mengatasi masalah tersebut perlu diciptakan sebuah alat pengering yang efektif dan effisien. Tujuan penelitian ini adalah membuat dan menguji prestasi sebuah alat pengering ikan tipe efek rumah kaca jenis rotary pada temperatur 50℃ dan 70℃.Parameter prestasi alat pengering efek rumah kaca adalah laju pengeringa, laju penguapan air spesifik (SMER), konsumsi energi spesifik (SEC), , konsumsi energi thermal spesifik (STEC), konsumsi energi listrik (SEEC) dan efesiensi thermal alat pengering nilainya pada temperatur 50℃ seperti berikut. 1,70 kg/jam,0,61 kg\jam, 0,09kg/kWh 0,10 kg\kwh,
28,81 kWh/kg 29,20kg\kwh , 21,79 kWh/kg 25,17 kwh\kg, 7,02 kWh/kg,3,51 kwh\kg,
6,25% dan 19,65%. pada temperatur 50℃ dan 70℃ ikan dikeringkan dari berat awal 40 kg(72% basis basah) hingga berat akhir 12,75 kg 11,2 kg (12,14% basis basah) (0,14% basis basah) memerlukan waktu selama 18 jam dan 14 jam.
Kata kunci : ikan nila, sinaran matahari, pengering rumah kaca, prestasi.
Tidak tersedia versi lain