Text
Analisis Perbandingan Daya Dukung Pondasi Tiang Pancang Berdasarkan Pembacaan Alat Hydraulic Static Pile Drive (HSPD) 320 T dan N-SPT
Pondasi tiang pancang merupakan salah satu jenis pondasi dalam yang berfungsi menerima dan menyalurkan beban dari struktur atas ke tanah pada kedalaman tertentu, biasanya karena lapisan tanah keras terletak sangat dalam. Perencanaan pondasi tiang dilaksanakan dengan cara statis dan cara dinamis. Secara statis yaitu menggunakan teori mekanika tanah, sedangkan secara dinamis langsung dilaksanakan di lapangan.
Untuk membandingkan hasil yang diperoleh dari kedua metode, diadakanlah suatu analisa baik secara analisa statis maupun secara dinamis. Cara statis menggunakan metode Meyerhoff, Poulos dan Davis, dan US Army, sedangkan metode dinamis langsung menggunakan hasil pemancangan tiang pada abutment I dan abutment II pada jembatan Tabing. Tiang pancang yang digunakan adalah tiang beton pracetak panjang 40 m dengan diameter 60 cm.
Hasil analisis diperoleh kapasitas daya dukung ijin pondasi tiang pancang pada abutment I menggunakan metode Meyerhoff sebesar 269,29 ton, US Army sebesar 243,22 ton dan Poulos dan Davis sebesar 196,66 ton. Sedangkan pada abutment II metode Meyerhoff sebesar 266,17 ton, US Army sebesar 176,85 ton dan Poulos dan Davis sebesar 220,49 ton, dan untuk beban yang dipikul untuk satu tiang sebesar 65,37 ton. Penurunan kelompok tiang jembatan Tabing pada abutment I sebesar 46,30 mm dan abutment II sebesar 54,98 mm. Dari 3 buah metode yang digunakan pada perencanaan jembatan Tabing ini dapat digunakan metode Poulos dan Davis pada abutment I dan metode US Army pada abutment II, karena pada saat pengujian SPT berjarak jauh dengan titik uji sehingga terjadi perbedaan hasil.
Kata kunci: Kapasitas daya dukung, tiang pancang, alat HSPD 320 T, penurunan
Tidak tersedia versi lain