Text
PENGARUH DRYING AND WETTING CYCLE TERHADAP KUAT TEKAN BATA (Studi Kasus Daerah Pesisir Pantai Padang)
Kajian ini diangkat mengingat batu bata sangat penting dalam peran pembuatan perumahan maupun gedung bertingkat. Dan dikarenakan wilayah indonesia sebagian besar berada di pinggir pantai, jadi diharapkan kita dapat mengetahui apa dampak yang terjadi jika dinding yang terbuat dari bata secara terus menerus terkena air laut. Penulis membuat batu bata sebanyak 18 buah dengan menggunakan metode pembuatan batu bata yang telah ada pada pabrik/gudang batu bata dan juga literatur mengenai pengaruh kuat tekan batu bata terhadap drying and wetting cycle. Untuk tinjauan pada karakteristik bata tersebut, untuk pada normal tidak terjadi perubahan apa-apa, dikarenakan belum dilakukannya proses Dry And Wetting Cycle. Namun hal ini berbeda dengan apa yang terjadi pada bata yang telah dilakukan proses Dry And Wetting Cycle, dimana pada bata yang telah mengalami proses Cycle 1 hingga Cycle 5 menunjukkan perubahan fisik yang cukup drastis. Dimana mulanya hanya muncul pori-pori hingga menunjukkan retakan-retakan kecil di akhir Cycle ke 5 tersebut. Adapun nilai kuat tekan bata pada penelitian ini yang tidak memenuhi standar SNI 15-2094-2000 yaitu : cycle ke satu (1) dengan nilai kuat tekan rata-rata yaitu : 4,73 Mpa cycle ke dua (2) dengan nilai kuat tekan rata-rata yaitu : 3,73 Mpa, Cycle ke tiga (3) dengan nilai kuat tekan rata-rata yaitu : 3,02 Mpa, Cycle ke empat (4) dengan nilai kuat tekan rata-rata yaitu : 4,72 Mpa, dan Cycle ke lima (5) dengan nilai kuat tekan rata-rata yaitu : 3,94 Mpa.
Kata Kunci : Batu Bata, Air Laut, Dry And Wetting Cycle,Uji Karakteristik dan Uji Kuat Tekan
Tidak tersedia versi lain