Text
Pengaruh Kadar Air Terhadap Kuat Geser Tanah Lereng Sitinjau Laut Sumatera Barat
Sitinjau Laut merupakan jalan provinsi yang menghubungkan Provinsi Sumatera Barat dan Provinsi Jambi. Daerah Sitinjau Laut terletak di atas perbukitan dengan sudut lereng berkisar antara 60-80 derajat. Intensitas curah hujan yang cukup tinggi ditambah dengan kondisi sudut lereng yang cukup curam mengakibatkan daerah tersebut sering terjadi longsor. Durasi hujan yang bervariasi menyebabkan kadar air tanah juga berubah- ubah, hal ini akan mempengaruhi kestabilan tanah lereng Sitinjau Laut.
Untuk melihat sampai dimana pengaruh variasi kadar air terhadap kuat geser tanah,
diadakanlah penelitian di-Laboratorium mekanika tanah Institut Teknologi Padang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dengan cara eksperimental. Tanah sebagai sampel di ambil pada KM 24 Sitinjau Laut (jalan Padang-Solok). Pengujian terdiri dari uji sifat fisis dan sifat mekanis tanah. Uji sifat fisis mencakup uji berat jenis, batas- batas Atterberg dan uji analisa saringan, sementara itu untuk uji sifat mekanis terdiri dari uji pemadatan dan uji kuat tekan bebas. Uji kuat tekan bebas sebagai pengujian utama dilakukan dengan memvariasikan kadar air yaitu Wopt-30%, Wopt-20%, Wopt-10%, Wopt+10%, Wopt+20%, Wopt+30%.
Hasil penelitian menunjukan bahwa dari uji fisis di dapatkan butiran tanah yang lolos saringan no 200 adalah 76,87% > 50%, nilai index plastisitas 33,02% hal ini menunjukan bahwa tanah yang diambil sebagai sampel termasuk kedalam kelompok MH atau tanah lanau dengan plastisitas tinggi (USCS). Nilai berat jenis di dapatkan hasil sebesar 2,41, hal ini menunjukan bahwa nilai berat jenis kecil dari berat jenis lanau pada umumnya. Dari hasil pengujian utama menunjukan semakin kecil kadar air dari kadar air optimum dan semakin besar kadar air dari kadar air optimum nilai kuat tekan bebas tanah cenderung menurun.
Kata kunci : Sitinjau Laut, variasi, sifat fisis, sifat mekanis, kadar air, kuat geser
Tidak tersedia versi lain