Text
STUDI EVALUASI KONDISI PERKERASAN JALAN MENGGUNAKAN METODE BINA MARGA DAN METODE PAVEMENT CONDITION INDEX (PCI) STUDI KASUS JALAN LINTAS SUMATERA SIMPANG MUARO KALABAN KEC SILUNGKAK KOTA SAWAHLUNTO
Secara teknis kerusakan jalan menunjukkan suatu kondisi dimana struktur dan fungsional jalan sudah tidak mampu memberikan pelayanan optimal terhadap lalu lintas yang melintasi jalan tersebut. Kerusakan yang sering terjadi di jalan raya memiliki berbagai macam bentuk dan memiliki tingkat kerusakan yang berbeda pula.
Metode yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan data primer berupa hasil survey kerusakan jalan. Urutan prioritas penanganan jalan dengan metode Bina Marga didasarkan pada rentang nilai 0 sampai lebih dari 7, sedangkan metode PCI merangking kondisi perkerasan dari nilai 0 hingga 100.
Salah satu contoh kasus kerusakan jalan yang dapat penulis amati secara langsung adalah kerusakan yang terjadi pada ruas jalan Jalan Lintas Sumatra Simpang Muara Kalaban Kecamatan Silungkang KM 77+100 s/d KM 79+850. Pada ruas jalan ini terdapat beberapa jenis kerusakan yang terjadi pada lapis permukaannya, yaitu retak kulit buaya sebanyak 389,73 m2, Kegemukan sebanyak 6,40 m2, Benjol dan turun sebanyak 0,30 m2, Jalur/bahu jalan sebanyak 40,80 m2, Retak memanjang dan melintang sebanyak
179,12 m2, tambalan sebanyak 803,01 m2, Lubang sebanyak 12,02 m2. Sungkur sebanyak 13,50 m2, Retak selip sebanyak 2,40 m2 dan Pelapukan dan butiran lepas sebanyak 351,92 m2.
Jadi total nilai PCI keseluruhan dengan panjang total ruas jalan yang menjadi studi kasus penulis yakni 2,85 Km adalah 68,13% (Sedang) dan Bina Marga 9,19 (Nilai Prioritas >7)
Kata Kunci: Jenis Kerusakan Jalan, Tingkat Kerusakan jalan, Metoda PCI dan BinaMarga
Tidak tersedia versi lain