Text
Studi Analisis Kompetisi Moda Angkutan Travel Dan Angkutan Bus Akibat Masa Pandemi Dengan Menggunakan Metode Stated Preference (Rute: Padang - Sawahlunto)
Konektivitas transportasi adalah hal yang dewasa ini mempengaruhi kehidupan dan aktivitas manusia. Ada banyak pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan konektivitas transportasi. Pihak yang terlibat dalam konektivitas penelitian ini adalah Perusahaan Otobus (PO) angkutan bus dari Kota Padang menuju Kota Sawahlunto, dan Perusahaan Otobus (PO) angkutan travel dari Kota Padang menuju Kota Sawahlunto. Angkutan bus dari Kota Padang menuju Kota Sawahlunto memiliki empat perusahaan, dan angkutan travel dari Kota Padang menuju Kota Sawahlunto memiliki tiga perusahaan. Namun saat ini efisiensi kinerja dari masing-masing angkutan terganggu oleh pandemi Covid-19. Apabila efisiensi kinerja angkutan terganggu maka pemilihan pelaku perjalanan terhadap angkutan tersebut juga akan berpengaruh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengahasilkan model pemilihan moda angkutan bus dan angkutan travel pada saat masa pandemi Covid-19 dengan studi kasus dari Kota Padang menuju Kota Sawahlunto. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuisioner dengan teknik Stated Preference. Pengolahan data dan analisis melibatkan program SPSS dengan metode Logit Binomial. Analisis deskriptif terhadap data karakteristik dari 342 responden menunjukkan bahwa pengguna angkutan menuju Kota Sawahlunto didominasi oleh perempuan sebesar 66.67% dengan 38.60% bekerja sebagai pelajar/mahasiswa dan 57.02% belum menikah. Variabel independent yang digunakan dalam penelitian adalah penggunaan moda transportasi (X1) dan latar belakang pemilihan moda transportasi (X2). Sedangkan variabel dependent yang digunakan adalah transportasi yang sering digunakan (Y). Analisis logit biner model dilakukan untuk melihat kecocokan hubungan variabel independent terhadap variabel dependent dengan perolehan persamaan yaitu Y = dan peluang pelaku perjalanan memilih moda transportasi yang sering digunakan pada saat masa pandemi adalah sebesar 2.51. Sehingga dari 342 reponden dapat diketahui terjadi penurunan penggunaan angkutan sebesar 6.48% pada saat masa pandemi Covid-19 dengan 176 responden memilih angkutan bus, dan 165 responden memilih angkutan travel.
Tidak tersedia versi lain