Text
ANALISIS PERBANDINGAN DESAIN STRUKTUR GEDUNG BETON BERTULANG SISTEM RANGKA PEMIKUL MOMEN KHUSUS (SRPMK) DENGAN SISTEM GANDA (DUAL SYSTEM) DI KOTA PADANG
Indonesia merupakan negara yang sering terjadinya gempa bumi. Salah satu kota yang sering mengalami gempa bumi adalah kota Padang. Kota Padang terletak pada zona gempa yang kuat. Untuk membangun Gedung di daerah rawan gempa kuat seperti di kota Padang ini, harus digunakan minimal desain struktur Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK). Tugas akhir ini dilakukan untuk mengetahui perbandingan dari Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) dan Sistem Ganda (Dual System) pada struktur bangunan yang terletak di kota Padang dengan zona Gempa kuat.Pada tugas akhir ini digunakan contoh denah bangunan beton bertulang dengan 6 lantai di kota Padang sebagai bahan penelitian. Bangunan ini didesain menggunakan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) dan Sistem Ganda (Dual System) untuk mengetahui perbandingan dari respon bangunan terhadap beban-beban yang terjadi.
Analisis dilakukan menggunakan aplikasi SAP2000. Tujuan lain adalah untuk mengetahui penggunaan sistem struktur yang efisien. Desain struktur bangunan diharapkan dapat memenuhi syarat keamanan terutama dalam menahan gaya gempa. Perancangan bangunan gedung ini berdasarkan persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan Gedung (SNI 2847-2013) dan persyaratan Perencanaan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non Gedung (SNI 1726-2019). Perencanaan ini dimulai dari menentukan data-data dasar perencanaan dan pembebanan yang terjadi pada struktur. Pembebanan dihitung berdasarkan denah lantai dan fungsi bangunan. Perhitungan pembebanan berdasarkan persyaratan Beban Minimum untuk Perancangan Bangunan Gedung dan Struktur Lain (SNI 1727-2013).
Dari hasil analisis yang dilakukan, dapat dilihat bahwa bangunan yang menggunakan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) memiliki displacement dan drift yang lebih besar jika di bandingkan dengan bangunan yang menggunakan Sistem Ganda (Dual System). Sedangkan dari dimensi penampang kolom, pada Sistem Ganda (Dual System) memiliki dimensi kolom yang lebih kecil dari banguan yang menggunakan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK). Setelah dilakukannya penelitian, didapatkan bahwa bangunan yang diteliti cukup hanya menggunakan Sistem Rangka Pemikul Momen (SRPMK) tanpa perlu menggunakan Sistem Ganda (Dual System).
Kata kunci: Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK), Sistem Ganda (Dual
System), bangunan gedung bertingkat, perbandingan, displasemen, drift.
Tidak tersedia versi lain