Text
DESAIN MESIN HUMMER MILL UNTUK MENGHASILKAN SERBUK ARANG AKTIF MENGGUNAKAN INVENTOR
ABSTRAK
DESAIN MESIN HUMMER MILL UNTUK MENGHASILKAN ARANG AKTIF MENGGUNAKAN INVENTOR
Oleh: Rafi Aulia
2017130035
HAMMER MILL Dari industri pengolahan kelapa menghasilkan limbah salah satunya adalah tempurung kelapa. Tempurung kelapa dapat diolah menjadi komoditi yang bisa membuka lapangan kerja serta bisa meningkatkan nilai jual dari bahan tersebut, seperti Carbon active, arang batok kelapa,kerajinan dari tempurung kelapa (gelang,kalung,asbak,gantungan kunci).
Arang tempurung kelapa adalah produk yang diperoleh dari pembakaran tidak sempurna terhadap tempurung kelapa, wujudnya yaitu hitam, ringan, mudah hancur, dan meyerupai batu bara. Mungkin banyak orang berfikir bahwa penggunaan arang sudah tidak jamannya lagi. Namun karena wujudnya yang mudah hancur menyebabkan arang akan cepat menjadi abu dan nyala api tidak stabil. Untuk masalah itu arang tempurung perlu diolah lagi menjadi briket. Briket yaitu arang yang digiling kemudian dicampur dengan lem kanji dan dicetak menjadi bentuk tertentu kemudian dikeringkan. Walaupun sudah banyak industri pembuat briket, tetapi masih banyak kita temui penggunakan arang untuk membakar makanan. Oleh karena itu kami ingin merancang mesin pembuat briket dari arang tempurung kelapa yaitu hammer mill.
Hammer mill merupakan alat yang digunakan untuk keperluan industri, penelitian, pertanian dan perumahan dengan tujuan melakukan proses pengecilan ukuran bahan seperti biji-bijian, pakan ternak, pupuk, kayu, batok kelapa dan lain-lain. Bahan yang dijatuhkan kedalam hammer mill akan dihancurkan oleh hammer dan akan melewati celah antara hammer dan “mendarat” di sebuah screen. Bahan dengan ukuran yang lebih kecil dari celah screen dapat keluar dari hammer mill dan menjadi produk sedangkan bahan yang lebih besar akan terbawa lagi oleh hammer sehingga terjadi lagi proses penghancuran lebih lanjut.
Berdasarkan pernyataan tersebut dapat dikatakan bahwa pengecilan ukuran bahan pada mesin
hammer mill terjadi karena adanya tumbukan yang terus menerus antara bahan yang dimasukkan dengan hammer yang berputar pada sebuah rotor dengan kecepatan tinggi.
Menurut Doerksen (1993), terdapat beberapa hal yang harus dipertimbangkan untuk proses penggilingan yang efisien pada hammer mill yaitu sifat kerapuhan bahan yang akan digiling, kecepatan putaran rotor, metoda pemberian makan (feeding) bahan ke penggiling, kadar air dari bahan yang digiling, serta instalasi dan maintenance mesin desain saringan, serta desain hammer.
Hammer merupakan bagian utama dalam kerja penggilingan. Ukuran jumlah, desain, dan susunan hammer sangat penting untuk mendapatkan ukuran partikel yang diinginkan. Penempatan dan desain hammer ditentukan berdasarkan parameter operasi seperti kecepatan putaran rotor, tenaga motor, serta area terbuka di saringan. Desain dan penempatan palu yang optimal memberikan kontak maksimal dengan bahan baku pakan, serta area saringan yang tersedia harus dipertimbangkan untuk mendapatkan konfigurasi yang sesuai. Oleh karena itu pada tugas akhir kali ini, akan dibahas bagaimana merancang hamer mill berdasarkan faktor yang ditentukan agar dapat meningkatkan kehalusan penggilingan arang. Dari hal-hal yang telah dijelaskan diatas, maka penulis memilih judul “DESAIN MESIN HAMMER MILL UNTUK MENGHASILKAN ARANG AKTIF MENGGUNAKAN INVENTOR”
Tidak tersedia versi lain