Text
PENERAPAN ALGORITMA K-MEDOIDS PADA KLASTERISASI PENYAKIT (STUDI KASUS DINAS KESEHATAN KABUPATEN AGAM)
INTISARI
Dinas Kesehatan Kabupaten Agam sulit untuk menggambarkan penyebaran penyakit yang ada di wilayah Kabupaten Agam, karena luas wilayah dan kondisi alam yang ada di Kabupaten Agam sulit untuk mendapatkan informasi dan melakukan pelayanan yang maksimal terhadap penderita penyakit yang ada. Sehingga perlu dilakukan pengelompokan penyakit untuk mengetahui informasi dari kumpulan data penyakit dan dapat mengetahui penyebaran penyakit yang ada. Maka dapat membantu melakukan pelayanan yang maksimal. Untuk mengelompokan penyakit dilakukan dengan menerapkan algoritma K- Medoids pada klasterisasi penyakit di Dinas Kesehatan Kabupaten Agam. Data yang digunakan 370 record yaitu jumlah penderita dari tahun 2016-2019. Hasil pengujian algoritma K-Medoids menggunakan sistem dan manual tidak ada perbedaan. Cluster penyakit tuberculosis tertinggi yaitu 32 Puskesmas, terendah 60 Puskesmas, untuk cluster penyakit pneumonia tertinggi yaitu 33 Puskesmas dan terendah 59 Puskesmas, cluster penyakit DBD tertinggi yaitu 10 Puskesmas dan terendah 82 Puskesmas, dan untuk cluster penyakit diare tertinggi yaitu 8 Puskesmas dan terendah 84 Puskesmas. Penerapan algoritma K-Medoids pada sistem dapat mengolah data untuk mengetahui penyebaran penyakit yang ada.
Kata Kunci : Algoritma K-Medoids, Klasterisasi, Penyakit.
Tidak tersedia versi lain