Text
POLA PERUBAHAN SUHU PERMUKAAN DARATAN TERHADAP PERUBAHAN LAHAN TERBANGUN MENGGUNAKAN DATA CITRA LANDSAT 7 ETM+ DAN LANDSAT 8 OLI/TIRS TAHUN 2010, 2015 DAN 2020 (STUDI KASUS: KOTA PADANG)
POLA PERUBAHAN SUHU PERMUKAAN DARATAN TERHADAP PERUBAHAN LAHAN TERBANGUN MENGGUNAKAN DATA CITRA LANDSAT 7 ETM+ DAN LANDSAT 8 OLI/TIRS TAHUN 2010, 2015, DAN 2020
(Studi Kasus: Kota Padang)
RIRI PRANATA JAYA
2016510029
Program Studi Teknik Geodesi Institut Teknologi Padang
JL. Gajah Mada Kandis Nanggalo, Padang – 25143, Indonesia
Email: ripranatajaya12@gmail.com
ABSTRAK
Urbanisasi menyebabkan perubahan fungsi tanah terutama yang sering terjadi di daerah pinggiran kota sebagai hasil pembangunan ekonomi yang pesat. Akibatnya terjadi perubahan penggunaan lahan yang semula lahan kosong menjadi lahan terbangun. Kota pada umumnya menjadi sasaran perkembangan aktifitas perekenomian, bisnis dan pemerintahan yang menarik perkembangan populasi manusian. Kota Padang merupakan salah satu pusat pembangunan di Indonesia dan menjadi target dalam rencana induk perkembangan ekonomi. Perubahan suhu permukaan daratan atau Land Surface Temperature (LST) dapat direkam oleh citra satelit dengan waktu tertentu. Akibat peristiwa perubahan Land Surface Temperature (LST) dilakukan penelitian mengenai perubahan suhu terhadap lahan terbangun di Kota Padang. Penelitian ini mengkaji pola perubahan suhu permukaan daratan terhadap perubahan lahan tebangun. Perubahan suhu diketahui menggunakan Citra Landsat 7 ETM+ dan Citra Landsat 8 OLI/TIRS. Penelitian ini menggunakan metode NDBI (Normalized Differenced Built-up Index) untuk menganalisis pengaruh kawasan terbangun terhadap suhu. Hasil dari penelitian ini yaitu semakin meningkatnya pertumbuhan lahan terbangun semakin meningkat nilai suhu permukaan daratan tersebut.
Kata Kunci: Urbanisasi, Land Surface Temperature (LST), Citra Landsat, NDBI
(Normalized Differenced Built-up Index)
Tidak tersedia versi lain