Text
ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN MENJADI LAHAN TERBANGUN (STUDI KASUS KABUPATEN PADANG PARIAMAN)
ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN MENJADI LAHAN TERBANGUN
(Studi Kasus Kabupaten Padang Pariaman)
Puja Lestari Ramadhanty
2016510025
Program Studi Teknik Geodesi, Institut Teknologi Padang, Jl. Gajah Mada
Kandis Nanggalo, Padang – 25143, Indonesia
Email : pujalestariramadhanty@gmail.com
Abstrack
Alih fungsi lahan di Kabupaten Padang Pariaman pada periode tahun 2014, 2017, dan 2019. Pemetaan ini dilakukan menggunakan metode overlay intersect untuk mendapatkan hasil perubahan lahan pertanian ke lahan terbangun, pengolahan data dilakukan dengan menggunakan Software Envi 5.1 dan ArcGis 10.4. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi persebaran lahan menggunakan citra landsat 8 OLI/TIRS. Persebaran lahan pertanian kelahan bangunan banyak mengalami perubahan disepanjang jalan dekat Kecamatan Batang Anai. Kecamatan Lingkung dan Kayu Tanam. Dari hasil pengolahan yang diperoleh pada tahun 2014, Kabupaten Padang Pariaman memiliki luas lahan pertanian sebesar 486.791657 Km2 dan luas bangunan 34.662814 Km2. Pada tahun 2017 Kabupaten Padang Pariaman memiliki luas lahan pertanian 442.093519 Km2 sedangkan luas bangunan 48.969485 Km2 dan pada tahun 2019 lahan pertanian yang diperoleh memiliki luas 398.796916 Km2 sedangkan luas bangunan 62.623378
Km2. Hasil akhir dari penelitian ini berupa peta perubahan lahan pertanian menjadi lahan terbangun dari Overlay 2014-2017 hingga 2017-2019 seluas 33.977586 Km2 atau 2,51%.
Kata Kunci : Alih Fungsi lahan.
Tidak tersedia versi lain