Text
UJI AKURASI PETA TUTUPAN LAHAN AKIBAT PENAMBANG EMAS TANPA IZIN (PETI) MENGGUNAKAN DATA PENGINDERAAN JAUH (STUDI KASUS : KABUPATEN MERANGIN PROVINSI JAMBI)
UJI AKURASI PETA TUTUPAN LAHAN PENAMBANG EMAS TANPA IZIN
(PETI) MENGGUNAKAN DATA PENGINDRAAN JAUH
(Studi Kasus : Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi)
Anang Azhari
2016510010
Program Studi Teknik Geodesi, Institut Teknologi Padang,
Jl. Gajah Mada Kandis Nanggalo, Padang – 25143, Indonesia
Email : anangazhari54@gmail.com
ABSTRAK
Tutupan lahan penambang emas tanpa izin (PETI) adalah kerusakan yang terjadi di permukaan bumi dan menggambarkan keterkaitan antara proses alami dan proses sosial. Pemantauan tutupan lahan penambang emas tanpa izin (PETI) dapat menggunakan data
teknologi pengindraan jauh salah satunya yaitu Landsat 8 OLI merupakan citra resolusi menengah yang dapat digunakan untuk keperluan penelitian yang bermanfaat dalam berbagai bidang. Pengolahan citra satelit Landsat 8 OLI menggunakan aplikasi ENVI
dangan metode klasifikasi terbimbing, metode uji akurasi menggunakan confusion matrix.
Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tutupan lahan penambang emas tanpa izin (PETI)di Kabupaten Merangin Provinsi Jambi dan menganalisis uji akurasi peta tutupan lahanpenambang emas tanpa izin (PETI). Hasil klasifikasi didapatkan 9 kelas yaitu PETI, badan
air, tanah terbuka, pemukiman, awan, lahan pertanian, kebun campuran, semak belukar dan hutan. Luas PETI 11.62 km2 dan total luas keseluruhan 7431.98 km2. Berdasarkan hasil uji akurasi menunjukan kelas PETI pada akurasi penghasil (producer’s accuracy) kelas PETI
terdapat 88.46% dan akurasi pengguna (user’s accuracy) kelas PETI terdapat 60.53%. Pada nilai overall accuracy diperoleh sebesar 93.598% dan nilai kappa accuracy sebesar 91.864%.
Kata Kunci : Tutupan Lahan, Penambang Emas Tanpa Izin, Penginderaan Jauh
Tidak tersedia versi lain