Text
ANALISIS PENGARUH TATA LETAK DINDING GESER TERHADAP RESPON STRUKTUR BANGUNAN TINGGI BETON BERTULANG 20 TINGKAT
ABSTRAK
Bangunan bertingkat banyak adalah salah satu solusi pembangunan terhadap kurangnya lahan. Selain memiliki keunggulan efesiensi terhadap lahan, bangunan bertingkat banyak harus dapat menahan beban lateral seperti beban gempa. Yang perlu dicermati bahwa letak geografis Indonesia merupakan salah satu negara dengan aktivitas gempa yang tinggi. Hal ini menyebabkan gedung mengalami simpangan lateral (drift) dan apabila simpangan lateral (drift) ini melebihi syarat aman yang telah ditetapkan oleh peraturan yang ada maka gedung akan mengalami keruntuhan. Besar beban gempa sangat mempengaruhi dari kondisi struktur bangunan seperti denah dan massa bangunan itu sendiri. Distribusi massa yang tidak seragam akan menimbulkan efek torsi karena adanya eksentrisitas antara pusat massa dan kekakuan. Maka diperlukan sistem struktur tambahan sebagai penahan beban lateral. Dindin geser merupakan jenis sistem struktur yang bertujuan untuk meningkatkan kekakuan lateral dalam menahan beban gempa. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh variasi tata letak dinding geser terhadap nilai simpangan horisontal yang terjadi akibat beban gempa. Terdapat 5 model yang akan dianalisis 1 model struktur tanpa dinding geser dan 4 model struktur bangunan dengan variasi penempatan dinding geser, dianalisis secara 3D menggunakan program SAP 2000 V14, dengan pemodelan berupa bangunan bertingkat banyak beton bertulang denah simestris 32 m x 32 m, struktur 20 tingkat, tinggi 4 meter untuk setiap lantai, dan data teknis struktur lainnya direncanakan sendiri. Dapat disimpulkan bahwa hasil dari semua model telah memenuhi persyaratan pada SNI 1726-2002 dan SNI 1726-2012, kecuali model 1 yaitu model tanpa dinding geser simpangan antar lantai (drift ratio) masih belum memenuhi persyaratan pada SNI 1726-2012 pasal 7.12.1. Pada struktur model 2, 3, 4, dan 5 telah memenuhi syarat peraturang yang berlaku, namun pada model 3 merupakan model dengan nilai drift ratio dan displacement dengan penurunan terbesar, nilai displacement model 3 sebesar 12,700cm. Pada ketidakberaturan struktur masing-masing model telah memenuhi syarat SNI 1726-2012 pasal 7.3.2 pada setiap model tidak terjadi torsi, karena efek torsi hanya terjadi akibat bentuk struktur yang tidak simestris.
Kata kunci: bangunan bertingkat, beton bertulang, dinding geser, drift ratio, SAP 2000 V14.
Tidak tersedia versi lain