Text
ANALISIS KINERJA RUAS JALAN MURADI KABUPATEN KERINCI DENGAN METODE MKJI 1997
ABSTRAK
Pada jalan di daerah Simpang Haru, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang banyak terdapat tanah lempung. Hal ini menyebabkan banyak jalan di daerah tersebut mengalami kerusakan. Pada kesempatan ini penulis mencoba menggunakan bahan abu cangkang lokan sebagai bahan tambah untuk stabililasi tanah di daerah tersebut. Penulis menggunakan persentase abu cangkang lokan adalah 0%, 5%, 10% dan 15% terhadap berat kering tanah. Uji yang dilakukan terdiri dari uji sifat fisis dan uji sifat mekanis, Uji sifat fisis terdiri dari uji kadar air, berat jenis, batas Atterberg , Analisa saringan sedangkan Uji sifat mekanis terdiri dari uji pemadatan, uji pengembangan dan uji tekanan pengembangan. Hasil uji sifat fisis tanah yang terdiri dari uji saringan, uji specific gravity, uji batas atterberg, menunjukkan bahwa semakin tinggi persentase abu cangkang lokan dalam tanah semakin menurunnya nilai-nilainya. Pada 15% abu cangkang lokan, nilai lolos saringan no. 200, nilai berat jenis, dan nilai batas cair mengalami penurunan. Nilai lolos saringan no.200 mengalami penurunan sebesar 25,68% dari nilai tanah asli, nilai berat jenis mengalami juga penurunan sebesar 0,02% dari nilai tanah asli. Nilai batas cair (LL) mengalami penurunan sebesar 9,01% atau 12%, nilai batas plastis (PL) mengalami penurunan sebesar 6,92% atau 15,76%, nilai batas susut (SL) mengalami penurunan sebesar 2,1% atau 6,73% dan nilai indek plastisitas (PI) menurun sebesar 16,24% atau 64,80% jika dibandingkan dengan harga harga komponen yang sama pada tanah asli. Hasil uji sifat mekanis menunjukkan bahwa pada awalnya nilai kepadatan dan pengembangan meningkat, seiring dengan meningkatnya persentase abu cangkang lokan nilai-nilai ini cenderung menurun. Pada 5% abu cangkang lokan pada tanah kepadatan meningkat 0,11 g/cm3 atau 8,94% jika dibandingkan dengan kepadatan tanah asli. Dari nilai pengembangan dan tekanan pengembangan didapatkan persentase 5% abu cangkang lokan nilai pengembangan meningkat sebesar 0,11% atau 78,57% dari nilai pengembangan tanah asli, sedangkan pada 15% abu cangkang lokan nilai pengembangan ini hanya meningkat sebesar 0,05% atau 35,71% dari nilai pengembangan tanah asli. Sedangkan nilai tekanan pengembangan menurun sebesar 145 kPa pada persentase 10% abu cangkang lokan pada tanah, atau terjadi penurunan sebesar 72,5% dari nilai tekanan pengembangan tanah asli.
Kata Kunci : Tanah Lempung, Cangkang Lokan, Stabilitas, Pengembangan dan Tekanan
Pengembangan.
Tidak tersedia versi lain