Text
ANALISIS VOLUME PEKERJAAN PERENCANAAN JALAN RAYA DENGAN METODE FOTOGRAMETRI DAN TERISTRIAL
ABSTRAK
Pembangunan jalan baru maupun peningkatan jalan yang diperlukan sehubungan dengan penambahan kapasitas jalan raya tentu akan memerlukan metode yang efektif. Kegiatan ini dilakukan dengan dengan menggunakan metode terestrial, Fotogrametri. Menghitung volume jalan dengan metode Fotogrametri dan metode Teristrial. Membandingkan volume hasil perhitungan antara metode Fotogrametri dan Teristrial. Membandingkan ketelitian dan waktu hasil pengukuran antara Drone Mapping dan TS (Total Section). Membuat gambar kontur dan potongan dari hasil pengukuran Fotogrametri dan Teristrial Lokasi kajian perencanaan adalah ruas jalan Tapan - Batas Jambi, dengan panjang yang akan direncanakan dari Sta 15+000 – Sta 17+000 km. Volume pekerjaan yang dihitung meliputi Cut and Fill, Potongan Memanjang, dan Gambar Kontur. Alat yang digunakan adalah Drone Mapping 4 Pro dan TS (Total Section) tipe Nikon DTM – 362. Pengolahan data merupakan serangkaian pekerjaan studio yang yang mengolah data – data perhitungan dengan menggunakan software untuk perhitungan volume galian dan timbunan dari data TS (Total Section) dengan menggunakan 2 metode, dan untuk mengolah data dari dari hasil foto udara menggunakan Drone mapping dengan menggunakan software. Dari hasil perhitungan volume diperoleh galian 25605.75 mᵌ dan timbunan 26826.77 mᵌ untuk metode Fotogrametri sedangkan untuk volume dengan metode Teristrial didapatkan galian 25627.76 mᵌ dan untuk timbunan 26840,46 mᵌ. Berdasarkan hitungan volume fotogrametri dengan volume teristrial didapat perbandingan volume galian 22 mᵌ, sedangkan timbunan 14 mᵌ. Untuk waktu yang digunakan dalam pengerjaan 2 km dengan metode Fotogrametri didapat 2 hari 7 jam (3 hari), sedangkan dengan metode teristrial di dapat dengan waktu 5 hari, jadi waktu dengan drone lebih cepat 40% dibandingkan dengan metode Teristrial. Dari segi perbandingan harga diperoleh biaya pekerjaan jalan dengan metode Fotogrametri sebesar Rp.2.075.000/Km dan Rp. 4.125.000 untuk teristrial, jadi biaya dengan metode Fotogrametri lebih murah 57% (60%) dari metode Teristrial.
Kata kunci: Volume, Perencanaan Jalan Raya, Fotogrametri Dan Teristrial
Tidak tersedia versi lain