Text
ANALISIS PENGARUH SISTEM OUTRIGGER TERHADAP RESPON STRUKTUR BANGUNAN TINGGI
Bangunan gedung 40 lantai yang berlokasi di Jakarta Pusat merupakan proyek gedung bertingkat tinggi yang direncanakan menggunakan material composite. Dengan menggunakan material tersebut dapat diperoleh kekakuan, kestabilan, kekuatan, dan keamanan yang baik. Dari segi efektifitas pada struktur bangunan tinggi di daerah rawan gempa perlu analisis yang baik, maka perlu mengunakan penahan gaya lateral yaitu mengunakan sistem outrigger. Dalam konsep ini, outrigger berfungsi sebagai penahan gaya lateral yang menghubungkan corewall dengan kolom yang terletak pada bagian terluar dari bangunan tersebut. Model analisis gedung
40 tingkat dengan corewall yaitu model 1 tanpa outrigger, model 2 dengan mengunakan corewall dan outrigger pada lantai 14-15, model 3 dengan mengunakan corewall dan outrigger pada lantai 20-21, model 4 dengan mengunakan corewall dan outrigger pada lantai 25-26 dan model 5 dengan mengunakan corewall dan outrigger pada lantai 30-31. Metode analisis terhadap beban gempa menggunakan analisis dinamis respon spektrum berdasarkan SNI1726:2012 dengan bantuan software SAP2000 versi 14. Hasil analisis menunjukan bahwa gedung tinggi 40 lantai tanpa outrigger tidak memenuhi pesyaratan drift menurut SNI 1726: 2012 pasal 7.8.6. Sedangkan analisis yang dicobakan diperoleh bahwa model corewall dan outrigger pada lantai 20 adalah yang paling efektif memenuhi 5 persyaratan menurut SNI 1726:2012. Penempatan outrigger pada lantai 20 bangunan menunjukkan respon yang paling baik dimana mampu menurunkan nilai drift sebesar 4,321 cm. Oleh karena itu, penempatan outrigger pada gedung tinggi harus dipertimbangkan dengan baik agar penggunaannya dapat meningkatkan perilaku sruktur.
Kata kunci: Sistem Outrigger,respon struktur dan bangunan tinggi
Tidak tersedia versi lain