Text
ANALIS KINERJA SIMPANG TIGA TAK BERSINYAL (STUDI KASUS : SIMPANG TIGA LOLONG PANTAI PADANG)
ABSTRAK
Simpang merupakan titik bertemunya jaringan transportasi dimana dua atau lebih ruas jalan bertemu, sehingga menyebabkan konflik yang di picu akibat adanya hambatan- hambatan lalu lintas menyebabkan terjadinya penurunan terhadap kinerja dari simpang yang berdampak pada peningkatan tundaan dan antrian. Dengan jumlah penduduk mencapai 950.871 jiwa, Kota Padang merupakan ibu kota dari Provinsi Sumatera Barat. Serta menjadi pusat pemerintahan dan pusat perindustrian yang berada di Sumatera Barat, sehingga terjadi arus lalu lintas yang padat. Masalah lain yang menyertai ialah kawasan pada persimpangan tersebut berada pada daerah komersial, sehingga menjadikan masalah arus lalu lintas yang lebih kompleks. Dengan permasalahan yang dialami maka penulis melakukan penelitian selama 3 hari pada hari Sabtu, Minggu dan Senin yang bertujuan untuk mengetehui besarnya kapasitas dan tingkat kinerja yang meliputi derajat kejenuhan, tundaan dan peluang antrian pada simpang. Penelitian pada simpang tiga Lolong Pantai Padang menggunakan Metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997 untuk menganalisis data. Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer yang diperlukan adalah data kondisi arus lalu lintas, kondisi geometrik simpang dan kondisi lingkungan. Serta data sekunder berupa data jumlah penduduk dan peta jaringan jalan. Setelah dilakukan survei lalu lintas selama tiga hari pada Simpang Tiga Lolong Pantai Padang diketahui bahwa jam puncak terjadi hari Sabtu pada jam 17.00-18.00 wib. Diperoleh volume arus lalu lintas pada Simpang Tiga Lolong Pantai Padang sebesar 3270 smp/jam. Didapatkan nilai kapasitas (C) yang diperoleh sebesar 2743 smp/jam. Serta tingkat kinerja simpang dipengaruhi oleh derajat kejenuhan (DS) 1,192 dengan hasil tersebut sudah melebihi batas nilai yang sudah ditetapkan oleh Metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia yaitu
0,85, nilai tundaan simpang 6,532 det/jam, dan untuk nilai peluang antrian (QP%)
57,874% - 117,445%.
Kata kunci : Kapasitas, Derajat Kejenuhan, Tundaan, Peluang Antrian
Tidak tersedia versi lain