Text
STUDI ANALISIS PERSIMPANGAN TUNGGUL HITAM DAN PERSIMPANGAN GARUDA KOTA PADANG
Kota Padang adalah Ibukota Provinsi Sumatera Barat yang memiliki jumlah penduduk di Kota Padang 950,871 jiwa (BPS Kota Padang, 2020) dan selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya. Persimpangan Tunggul Hitam dan Persimpangan Garuda adalah salah satu persimpangan yang berdekatan di Kota Padang dan sering terjadi konflik kemacetan dengan berbagai faktor penyebabnya. Di sekitar lokasi simpang tersebut termasuk kawasan yang banyak dijadikan sebagai tempat berdagang kebutuhan harian sehingga menghasilkan kepadatan lalulintas dengan berbagai faktor. Tujuan penelitian ini adalah memberikan alternatif penanganan yang tepat dari permasalahan yang terjadi pada persimpangan tersebut dengan menganalisis tingkat pelayanan pada Persimpangan Tunggul Hitam dan Persimpangan Garuda. Metode yang digunakan dalam penulisan laporan ini adalah Metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia ( MKJI 1997), berdasarkan hasil survei kinerja simpang yang lakukan dalam 4 ( Empat ) hari didapatkan data arus lalulintas paling besar pada Persimpangan (Tunggul Hitam) yaitu hari Jumat tanggal 15 Januari 2021 pukul 17.00 – 18.00 wib dengan nilai total Volume lalulintas (Qtotal) = 3381 smp/jam, Kapasitas (C) 4341 smp/jam, Derajat Kejenuhan (DS) = 0,78, pada Persimpangan Garuda data arus lalulintas paling besar yaitu hari Rabu tanggal 15 Januari 2021 pukul 17.00 – 18.00 wib dengan nilai total Volume lalulintas (Qtotal) = 2225.5 smp/jam, Kapasitas (C) 1422 smp/jam, Derajat Kejenuhan (DS) = 1,57, maka di usulkan satu buah alternatif penanganan dengan uraian jika memakai alternatif 1 yaitu pelebaran jalan nilai Derajat Kejenuhan (DS) akan menjadi 0,61, Tundaan (D) = 11,22 itu alternative Persimpangan Tunggul Hitam dan untuk Persimpangan Garuda nilai Derajat Kejenuhan (DS) = 0,82 dan Tundaaan (D) = 13,64.
Kata kunci : Volume Lalulintas, Kapasitas Persimpangan, Derajat Kejenuhaan, Tundaan, Peluang antrian.
Tidak tersedia versi lain