Text
EVALUASI KINERJA STRUKTUR GEDUNG DENGAN METODA PUSHOVER (STUDI KASUS : BANGUNAN “ARLINGTON TOWER BEKASI”)
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat kinerja seiscmic gedung dan mekanisme sendi plastis dari gedung beton bertulang dengan menggunakan software ETABS 9.7.1 sebagai alat bantu analisis, sehingga di dapatlah koefisien displacement dan koefisien drift gedung untuk mengetahui keruntuhanya.Pada penelitian ini gedung yang menjadi studi kasus adalah Tower Arlington yang berfungsi sebagai bangunan hunian yang berlokasi di Bekasi.Menurut peta zona gempa Indonesia daerah Bekasi merupakan lokasi yang sangat berpotensi untuk terjadinya gempa dengan mangnitudo yang besar. Maka kuatnya struktur bangunan terhadap beban gempa yang di terimanya sangat diharuskan supaya tidak banyak jatuhnya korban jiwa.Jadi, pada tahap perencanaan perlu untuk mengetahui tingkat kinerja atau keruntuhan dari bangunan tersebut.Berdasarkan hasil analisis Mekanisme sendi plastis untuk arah X (melintang) tidak terbentuk sama sekali kemungkinan akibat gedung sangat kaku. Sementara itu untuk arah (memanjang) mekanisme sendi plastis mulai terbentuk pada dorongan ke sembilan (9) sampai dorongan terakhir yaitu dorongan ke sebelas (11) dengan berada pada kondisi terjadinya pelelahan pertama pada struktur (B-IO) selanjutnya hasil analisis kurva pushover dan nilai titik kinerja memakai ATC-40 maupun
FEMA 356 maka gedung berada pada tingkat kinerja (Immediate Occupancy) IO yang kondisi bangunan aman saat terjadi gempa, resiko korban jiwa tidak terlalu
berarti, sehingga bangunan ini tidak melewati nilai drift untuk batasan izin SNI 1726 : 2012.Jadi bangunan ini sangat kaku dan tahan terhadap beban gempa yang di terimanya.
Kata kunci : Tower Arlington, displacement, drift, titik kinerja, ATC-40. FEMA 356, Immediate Occupancy
Tidak tersedia versi lain