Text
PENGUJIAN KUAT TEKAN MORTAR DENGAN MENGGUNAKAN ABU BONGGOL JAGUNG SEBAGAI BAHAN CAMPURAN SEMEN
Mortar merupakan campuran yang digunakan dalam pekerjaan bangunan non structural. Semen digunakan sebagai bahan ikat utama dalam pembuatan mortar. Pada proporsi tertentu nilai kuat tekan mortar justru menunjukkan penurunan kuat tekan. Salah satu cara memperbaiki kekuatan tekan mortar adalah dengan mensubstitusikan suatu bahan ke dalam semen. Dalam penelitian ini digunakan abu bonggol jagung sebagai bahan campuran semen pada mortar. Metodologi penelitian menggunakan metode eksperimental di laboratorium. Benda uji yang digunakan untuk pemeriksaan kuat tekan
dalah kubus 5cm x 5cm x 5cm dengan proporsi campuran 1:4 Dari proporsi campuran
ini masing-masing benda uji disubstitusikan abu bonggol jagung sebanyak 0%, 5%,
10%, 20% dari berat semen. Pengujian kuat tekan dilakukan pada umur perawatan
mortar 3, 7, 14, 21 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuat tekan mortar normal
pada umur 3 hari menunjukkan angka 26,6 Kg/cm2. Sedangkan dengan mortarcampuran 5%, 10%, 20% secara berturut-turut dalam umur mortar 3 hari memiliki kuattekan 45,4 Kg/cm, 47,4 Kg/cm2, 34,8 Kg/cm2. Lalu dengan umur mortar 7 hari dengan
kadar campuran 0%, 5%, 10%, 20% secara berturut-turut menunjukan angka kuat tekan 29 Kg/cm2, 48,4 Kg/cm, 52 Kg/cm2, 39,2 Kg/cm2. Sedangakn dengan umur mortar 14hari dengan kadar campuran 0%, 5%, 10%, 20% secara berturut-turut menunjukanangka kuat tekan 37,7 Kg/cm2, 59,4 Kg/cm2, 62,2 Kg/cm2, 57,2 Kg/cm2. Dan untukmortar berumur 21 hari dengan kadar campuran 0%, 5%, 10%, 20% secara berturut-turut menunjukan angka kuat tekan 48,2 Kg/cm2, 61,8 Kg/cm2, 8,8 Kg/cm2, 60,8Kg/cm2. Dan dapat disimpulkan mortar yang didapatkan dari penelitian ini adalah
mortar tipe S yang biasa digunakan untuk pasangan terbuka diatas tanah.Kata kunci: mortar, kuat tekan, abu bonggol jagung, pencampuran semen..
Tidak tersedia versi lain