Text
ANALISIS KUALITAS BATA MERAH DI KABUPATEN LIMA PULUH KOTA MENGACU PADA SNI 15-2094-2000
Batu bata merah merupakan bahan dalam pembangunan gedung atau perumahan yang digunakan untuk pembuatan dinding. Batu bata merah dipilih sebagai alternatif untuk dinding karena harganya yang lebih murah, dapat diperoleh dan bahan material pembuatnya lebih mudah dicari, dengan kekuatan dan kualitas batu bata tahan terhadap cuaca dan terhadap api. Tujuan dari penelitian ini adalah dapat mengetahui kualitas tanah yang baik digunakan untuk pembuatan bata merah. Pembuatan bata merah harus mengikuti peraturan yang ada dan agar para industri bata bisa memproduksi batu bata dengan mutu dan ukuran yang baik. Penelitian ini adalah pemeriksaan terhadap tanahnya dilakukan uji sifat fisis tanah dan uji sifat mekanis tanah. Penelitian menggunakan tanah dasar yang diambil dari lokasi Piladang, Ketinggian dan Halaban. Untuk batu bata sendiri dilakukan pengujian terhadap penyusutan, penyerapan air, kuat tekan batu bata dan kuat lentur batu bata. Tanah dasar diambil dari kedalaman ±50 cm. Tanah Piladang termasuk jenis tanah MH yaitu lanau dengan plastisitas tinggi karena nilai batas cair yang didapat adalah 50,70% > 50%. Tanah Ketinggian termasuk tanah berjenis CL yaitu lempung plastisitas rendah karena batas cair yang didapat adalah 49,37% < 50% dan tanah Halaban termasuk tanah berjenis SM (H) yaitu pasir berlanau dengan plastisitas tinggi dan batas cair 74,80% > 50%. Hasil pengujian terhadap batu bata diperoleh penyusutan terbesar pada batu bata dengan tanah Halaban. Sedangkan kuat tekan tertinggi adalah batu bata dari tanah Piladang dan kuat lentur yang baik adalah batu bata dengan tanah Ketinggian.
Kata kunci : Bata Merah, sifat fisis tanah, sifat mekanis tanah, kuat tekan, kuat lentur
Tidak tersedia versi lain