Text
PENGARUH PENGGUNAAN TEMPURUNG KELAPA TERHADAP KUAT TEKAN DAN KUAT LENTUR BATA RINGAN PRODUKSI PT. KUNANGO JANTAN
Dinding adalah salah satu elemen pada bangunan yang memiliki banyak fungsi. Pada umumnya pekerjaan dinding menggunakan material berupa batu bata. Seiring berjalannya waktu telah banyak diciptakan inovasi-inovasi material terbaru dalam pengerjaan dinding, salah satunya bata ringan. Bata ringan adalah batu bata yang memiliki berat jenis lebih ringan dari pada bata pada umumnya. Dalam pemilihan material diharapkan dapat menurunkan berat total pada bangunan dan strukturnya seperti dengan menggunakan campuran agregat ringan berupa tempurung kelapa. Dalam penelitian ini, material bata ringan yang digunakan adalah semen dan fly ash ditambah dengan tempurung kelapa yang bertujuan untuk mengetahui apakah tempurung kelapa dapat digunakan sebagai agregat tambahan pada bata ringan. Persentase tempurung kelapa yang digunakan adalah sebesar 0%, 10%, 15% dan 20% terhadap berat campuran bata ringan berupa semen dan fly ash, untuk kemudian diuji dan diketahui nilai kuat tekan serta kuat lenturnya pada umur bata 28 hari setelah perawatan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai kuat tekan berturut- turut adalah sebesar 2,06 Mpa, 1,53 Mpa, 1,70 Mpa, dan 1,47 Mpa. Sedangkan untuk kuat lentur diperoleh hasil masing-masing sebesar 0,313 Mpa, 0,292 Mpa, 0,291 Mpa, dan 0,175 Mpa. Hal ini menunjukkan bahwa penambahan tempurung kelapa sebagai agregat tambahan pada pembuatan bata ringan dengan campuran semen dan fly ash tidak dapat direkomendasikan, karena mengakibatkan nilai kuat tekan dan kuat lentur pada bata menjadi menurun.
Kata kunci: bata ringan, tempurung kelapa, kuat tekan, kuat lentur.
Tidak tersedia versi lain