Text
Analisa Perhitungan Kekuatan Bangunan Bawah Jembatan Konvensional Bentang 15 meter Pada Tanah Gambut
Jembatan konvensional atau disebut juga jembatan beton bertulang umumnya digunakan secara luas dalam kontruksi jalan raya, tersusun dari slab beton yang
didukung secara integral dengan gelagar. Dalam merencanakan jembatan, perencanaan struktur bawah jembatan tidak bisa diabaikan. Bagian bawah jembatan merupakan
struktur pemikul beban bangunan atas dan meneruskan beban tersebut ke lapisan tanah. Umumnya kondisi tanah dasar pondasi mempunyai karakteristik yang bervariasi, Jenis
tanah dengan karakteristik fisik dan mekanis masing - masing memberikan nilai kuat dukung tanah yang berbeda. Salah satu jenis tanah dengan daya dukung rendah ialah
tanah gambut. Kontruksi bangunan sipil di atas tanah gambut seringkali bermasalah akibat sifat fisik tanah gambut yang buruk. Kerusakan yang sering terjadi ialah
kontruksi yang mengalami penurunan. Penulisan tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui dan meninjau kekuatan bangunan bawah jembatan konvesional bentang 15
meter pada tanah gambut. Dalam proses penulisan tugas akhir ini, dilakukan terlebih dahulu studi literatur dan pengumpulan data yang terkait dengan tugas akhir ini. Kemudian dilanjutkan dengan menghitung beban bangunan atas untuk mengetahui beban yang dipikul oleh satu abutment sebagai acuan untuk merencanakan dimensi
abutment dan tipe pondasi yang mampu memikul beban tersebut. Dari perhitungan yang telah dilakukan diperoleh dimensi abutment dengan tinggi 4,5 meter dan lebar 7 meter. Daya dukung tanah pondasi sebesar 21,70 t/m2. Pondasi yang digunakan adalah pondasi rakit dengan kedalaman 1 meter dan lebar 7 meter. Dibawah pondasi rakit
dipakai cerucuk dengan diameter 15 cm dan jarak antar cerucuk 45 cm, dengan panjang 4 meter. Jumlah cerucuk yang digunakan adalah sebanyak 240 buah. Pemasangan
cerucuk bertujuan untuk meminimalisir konsolidasi tanah gambut. Kata kunci : Bangunan bawah, Jembatan konvensional, Tanah gambut.
Tidak tersedia versi lain